• Sabtu, 27 November 2021

Guantanamo: Kesaksian Sopir Taksi yang Dipenjarakan di Sana

- Senin, 25 Oktober 2021 | 08:24 WIB
Ilustrasi: penjara Guantanamo (@france 24)
Ilustrasi: penjara Guantanamo (@france 24)


KLIKANGGARAN--Penjara Teluk Guantanamo begitu sangar terdengar. Film-film Hollywood menggambarkan bagaimana brutalnya di dalam penjara tersebut. Ahmed Rabbani, sopir Taksi Pakistan, yang dituduh terotis akhirnya dikirim ke penjara tersebut.

Sebelum dipindahkan ke penjara Guantanamo, Rabbani mengalami penyiksaan yang luar biasa di penjara CIA di satu tempat di Afganistan.

Interogator Rabbani tahu bahwa "mereka memiliki orang yang salah," tetapi tetap menyiksanya. Setelah lebih dari satu tahun di fasilitas CIA, Rabbani dipindahkan ke kamp penahanan Teluk Guantanamo di wilayah AS di Kuba. Dia akan menghabiskan 17 tahun berikutnya di sana, tanpa dakwaan atau tanggal persidangan, menurut Reprieve.

Baca Juga: Sejarah! Sebelum 1980, Kabupaten Muara Enim dengan Nama LIOT Loh!

Mengutip RT.com, kasusnya menarik perhatian internasional, dan pada tahun 2018, Rabbani menulis op-ed yang diterbitkan di Los Angeles Times yang menggambarkan pelecehan fisik dan seksual oleh penjaga Guantanamo, pemaksaan makan, dan mogok makan berulang untuk memprotes kondisi pemenjaraannya.

Pada saat op-ed, Rabbani mengatakan bahwa dia menderita “masalah perut yang sangat akut sehingga saya tidak dapat mengkonsumsi makanan keras tanpa muntah darah,” dan tidak diberi makanan yang dapat dicerna di Guantanamo.

Kondisi di Guantanamo merusak kesehatan mental Rabbani. "Tidak ada pagi dan tidak ada malam," tulisnya. "Hanya ada keputusasaan."

"Perizinan Ahmed sudah lama tertunda," kata pengacara Penangguhan Penangguhan Hukum, Mark Maher.

Baca Juga: Sopir Taksi Ini Disiksa secara Brutal di Penjara CIA di Afganistan

“Bagi kami yang telah mendukungnya, perasaan itu melegakan, bercampur dengan kesedihan atas semua yang telah hilang darinya...tetapi kami tidak akan merayakannya sampai dia kembali bersama keluarganya di Pakistan dan dapat memeluk putranya berusia satu tahun untuk pertama kalinya.”

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polandia Mengancam Tutup Perbatasan dengan Belarusia

Senin, 22 November 2021 | 09:21 WIB
X