• Rabu, 8 Desember 2021

Utang BRI China Kian Berat, Negara Pengutang Berani Batalkan Proyek Lho, Bagaimana dengan Indonesia?

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:57 WIB
Proyek pembangunan infrastruktur BRI China (zerohedge)
Proyek pembangunan infrastruktur BRI China (zerohedge)

KLikanggaran.com-- Belt and Road Initiative (BRI) China menghadapi penentangan yang meningkat dari negara-negara yang berpartisipasi karena utang mereka yang terkait dengan proyek-proyek China meningkat, menurut sebuah studi baru-baru ini.

Diluncurkan pada tahun 2013 oleh pemimpin China Xi Jinping, BRI mungkin kehilangan dorongannya karena reaksi berbasis utang, menurut sebuah studi dari AidData, laboratorium penelitian di William & Mary's Global Research Institute.

Studi ini menganalisis 13.427 proyek yang didukung BRI China di lebih dari 165 negara selama 18 tahun. Nilai total proyek mencapai $843 miliar.

Baca Juga: Pernah Sesumbar Ramalkan Kematiannya, Eh.. Diterpa Isu Meninggal Roy Kiyoshi Ngamuk

AidData menemukan bahwa 35 persen proyek BRI berurusan dengan masalah implementasi, “seperti skandal korupsi, pelanggaran perburuhan, bahaya lingkungan, dan protes publik.”

Dilansir Zerohedge, Brad Parks, salah satu penulis studi tersebut, mengatakan “semakin banyak pembuat kebijakan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah menghentikan proyek-proyek BRI profil tinggi karena masalah harga yang terlalu mahal, korupsi, dan keberlanjutan utang.”

Ekspansi global

BRI—yang berfungsi sebagai alat untuk ekspansi global Partai Komunis China (PKT)—membiayai pinjaman yang sangat besar kepada negara-negara berkembang untuk membangun infrastruktur.

Baca Juga: Hanya 9 Negara Lho yang Memiliki Senjata Nuklir, Bagaimana dengan Indonesia? Punyakah?

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: zerohedge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pecat 900 Karyawan via Zoom, Waduh!

Senin, 6 Desember 2021 | 21:57 WIB
X