• Selasa, 21 September 2021

Taliban Menuduh AS Langgar Perjanjian Damai Doha dengan Memasukkan Menteri Baru dalam Daftar Buronan FBI

- Kamis, 9 September 2021 | 21:04 WIB
Pengumuman kabinet Taliban yang akan memerintah Afganistan (Twitter/@abdullahhamim5)
Pengumuman kabinet Taliban yang akan memerintah Afganistan (Twitter/@abdullahhamim5)

Klikanggaran-- Taliban menuduh Washington mengingkari Perjanjian Doha 2020, yang membawa perdamaian antara AS dan kelompok itu, ketika seorang menteri Afghanistan yang baru diangkat menemukan dirinya dalam daftar buronan FBI, dilansir RT.com.

Pada hari Kamis, dalam sebuah pernyataan yang dibagikan oleh juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, kelompok Islam itu mengatakan dimasukkannya seorang menteri dari pemerintah sementara Afghanistan dalam daftar FBI jelas merupakan pelanggaran terhadap perjanjian damai Doha.

Dicari oleh FBI adalah pemimpin yang ditakuti dari kelompok militan Haqqani, Sirajuddin Haqqani, yang diumumkan pada hari Selasa sebagai menteri dalam negeri sementara yang baru dari Pemerintahan Taliban.

Baca Juga: Wakil Bupati Batanghari: Pengembangan Komoditas Ungulan, Prioritas Pembangunan di Batanghari

Pernyataan Taliban mengklaim bahwa Haqqani dan keluarganya adalah bagian dari Imarah Islam Afghanistan, menambahkan bahwa ia tidak menggunakan nama yang terpisah atau memiliki afiliasi lain. Ia mengklaim bahwa status buronannya karena itu harus dihapus, dan bahwa itu akan memusuhi setiap upaya untuk ikut campur dalam urusan internal negara tersebut.

Perjanjian Doha ditandatangani pada tahun 2020 oleh Taliban dan pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump. Pakta itu meresmikan akhir permusuhan antara kedua belah pihak, dengan AS menyetujui penarikan semua pasukan NATO sementara Taliban berjanji bahwa wilayah Afghanistan yang dikendalikannya akan dijauhkan dari personel Al-Qaeda.

Kelompok militan Haqqani diyakini terkait dengan Al-Qaeda dan bertanggung jawab atas beberapa serangan paling berdarah di Afghanistan, termasuk bom truk tahun 2017 yang menewaskan lebih dari 150 orang. Itu telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS.

Baca Juga: Melalui Pelayanan Kesehatan Door to Door, Satgas Yonif 512 QY Sosialisasi Prokes di Tapal Batas

Haqqani sendiri "dicari untuk diinterogasi sehubungan dengan serangan Januari 2008 di sebuah hotel di Kabul... yang menewaskan enam orang, termasuk seorang warga negara Amerika," menurut profil FBI-nya. FBI mengatakan bahwa dia diduga terlibat dalam perencanaan percobaan pembunuhan mantan presiden Afghanistan Hamid Karzai pada 2008.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X