• Selasa, 30 November 2021

Satpol PP Batanghari Tangkap Empat Pasangan Muda Mudi yang Tidur di Kolong Jembatan

- Kamis, 2 September 2021 | 13:41 WIB
Kepala Satpol PP Batanghari, Adnan, S.Sos (Klikanggaran/@annuza an)
Kepala Satpol PP Batanghari, Adnan, S.Sos (Klikanggaran/@annuza an)

Batanghari, Klikanggaran.com -  Empat pasangan muda mudi putra dan putri, ditemukan tidur bersama di kolong jembatan kembar Kelurahan Pasar Muara Bulian. Keempat pasangan ini, akhirnya ditangkap Satuan Polisi  Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batanghari kemaren Rabu (01-09-2021).

Saat diperiksa oleh petugas Satpol PP Kabupaten Batanghari, mereka mengakui telah hidup bersama di kolong jembatan gantung tersebut, selama tiga malam. Tetapi, mereka tidak menyebutkan alasannya tidur bersama di kolong jembatan gantung tersebut.

Terkait dengan penangkapan empat pasangan muda mudi ini, Kepala Satpol PP Kabupaten Batanghari Adnan, S.Sos, saat dikonfirmasi klikanggara.com Kamis (02-08-2021) di ruang kerjanya kantor Satpol PP Kabupaten Batanghari, mengakui anggotanya telah menangkap empat pasangan muda mudi yang tidur di kolong jembatan. 

Adnan mengatakan, penangkapan terhadap empat pasangan muda mudi tersebut, berdasarkan adanya laporan dari masyarakat, melaporkan adanya sekelompok muda mudi (ABG) yang telah meresahkan masyarakat sekitar. Kemudian kita dari Satpol PP tindak lanjuti dan ternyata benar sehingga ke-empat pasangan muda mudi tersebut kita bawa ke kantor.

Baca Juga: Pedangdut Sapul Jamil Bebas. Setelah bebas ingin mandi di Laut dan ziarah ke Makam Orang Tua

Setelah dilakukan pemeriksaan BAP dan mendalaminya, ternyata 4 laki-laki masih dibawah umur 15 - 16 tahun warga Kelurahan Pasar Baru, sedangkan yang perempuan 2 orang masih sekolah, dan 2 orang lagi sudah tidak bersekolah.

"Mereka kita jelaskan bahwa mereka telah melanggar Perda tentang Ketertiban umum, telah membuat masyarakat resah dan tidak tenang. Selah lakukan pendalaman pemeriksaan diketahui empat pasangan muda mudi tersebut mengkonsumsi minuman keras, dan minuman tuak. Akibatnya mereka tidak sadar dan melakukan perbuatan-perbuatan asusila," jelas Adnan.

"Dari hasil pemeriksaan kemudian kita telah memanggil orang tua mereka, dari hasil konfirmasi dengan orang tua mereka, rata-rata orang tua mereka mengaku tidak tahu atas perbuatan anak-anaknya. Kepada orang tuanya kita menjelaskan bahwa perbuatan anak mereka telah melanggar Perda nomor 8 Tahun 2005 Tentang Perbuatan Asusila dan minuman keras (miras) dalam katagori penyakit masyarakat (pekat)," tambahnya.

Dikatakan juga, dari hasil BAP tersebut, orang tua muda-mudi tersebut dikonfimasi, dan dari ke-4 orang tua laki-laki menyanggupi untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap anaknya selama tiga bulan. 

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X