• Senin, 23 Mei 2022

Kronologi Lengkap Penggelapan Dana Nasabah BNI 46, Dari Modus Sampai Dibantu Gempa

- Senin, 28 Oktober 2019 | 01:37 WIB
images (2)
images (2)

Polisi juga ikut menyita puluhan dokumen fiktif lainnya yang digunakan FY untuk melancarkan aksi kejahatannya.


Adapun uang tunai senilai Rp 1,5 miliar yang disita itu sebelumnya ditrensfer dari bank BNI Cabang Pembantu Mardika ke rekening milik SP.


“Awalnya itu ada Rp 5,2 miliar yang ditransfer ke rekening SP, kemudian Soraya ini mencairkannya lalu membawa uang tunai itu ke FY,” kata Firman.


Dia menerangkan, sebagian uang tersebut kemudian ditransfer lagi ke sejumlah nasabah yang telah ia janjikan akan mendapatkan dana imbal hasil.


Selanjutnya, sisa uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi termasuk pengembangan bisnis tersangka.


Firman menerangkan dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan, terindikasi jika masih ada banyak aset milik tersangka yang masih harus disita.


Saat ini polisi masih terus menyelidiki aset-aset milik tersangka tersebut.


“Tersangka ini bersifat kooperatif ya sehingga mudah-mudahan secara sadar dia mau menjelaskan semuanya soal asset-asetnya itu,” ujarnya.


Tersangka FY dan SP saat ini telah ditahan di sel tahanan Polda Maluku.


Keduanya dijerat tidak hanya dengan Undang-Undang Perbankan, namun juga dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X