• Selasa, 17 Mei 2022

Sekalipun Masih Lama, Ngak Salah kan Bahas Lebaran? Lebaran di Cengkareng: Satu-satunya Lebaran Betawi

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 09:40 WIB
Tradisi perayaan Lebaran Betawi  (dok. Klikanggaran/Humaedi)
Tradisi perayaan Lebaran Betawi (dok. Klikanggaran/Humaedi)

Lebaran Betawi di Cengkareng berlangsung hingga tujuh hari. Orang Betawi Cengkareng memiliki jadwal keliling kampung sebagai berikut: hari pertama, dimulai dengan mengunjungi makam keluarga atau ulama yang dianggap berpengaruh.

Di Cengkareng ada makam tiga ulama yang biasanya ramai dikunjungi, yakni makam Guru Madjid di Basmol, makam Kyai Usman Perak di Rawa Buaya, dan makam Guru Muhammad Nadjihun di Duri Kosambi.

Setelah kunjungan ke makam kemudian dilanjutkan dengan silaturrahim ke rumah orangtua, encang encing atau kerabat dekat.

Baca Juga: Miliaran Dolar Bantuan AS Tak Membuat Tentara Nasional Afganistan Perkasa, Mengapa?

Suasana di makam Guru Muhammad Nadjihun

Hari kedua silaturrahim dilakukan ke kampung Tanah Koja. Hari ketiga ke Daerah Duri Kosambi. Hari keempat ke daerah Pondok Randu dan Bojong.

Hari kelima ke daerah Rawa Buaya. Hari keenam dan ketujuh menyesuaikan dengan kerabat masing-masing, ada yang ke Kampung Gondrong, Kalideres, atau Pedongkelan.

Adapun jadwal ke Kampung Pesalo Basmol Kembangan Utara biasanya dilakukan pada hari Jum'at minggu pertama atau kedua, mengingat orang Basmol biasanya hanya kumpul atau dapat ditemui di kampungnya pada hari Jum'at saja.

Baca Juga: Soal Tuntutan Jaksa, Juarsah Yakin Tak Senasib dengan Pendahulunya

Lebaran hari ketiga di depan rumah KH. Abdul Mubin

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kafarat Jima' di Siang Hari pada Bulan Ramadhan

Jumat, 29 April 2022 | 08:42 WIB

Ramadan dan Penguatan Kohesi Sosial

Jumat, 8 April 2022 | 13:27 WIB
X