• Sabtu, 25 Juni 2022

Klarifikasi Bappebti soal Aset Kripto, Anang Hermansyah dan Ashanty Daftarkah Token ASIX yang Viral di Medsos

- Sabtu, 12 Februari 2022 | 13:29 WIB
Bappebti lakukan klarifikasi tentang Token ASIX milik Anang Hermansyah dan Ashanty (Twitter @InfoBappebti)
Bappebti lakukan klarifikasi tentang Token ASIX milik Anang Hermansyah dan Ashanty (Twitter @InfoBappebti)

KLIKANGGARAN -- Beberpa waktu lalu Token ASIX milik Anang Hermansyah sempat membuat heboh masyarakat.

Kehebohan mengenai Token ASIX itu dikarenakan Badan Pengawas Perdagangan Berkangka Komoditi (Bappebti) melarang peredaran token tersebut.

Dikatakan oleh Bappebti Token ASIX milik Anang Hermansyah tidak termasuk salah satu dari 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia.

Harga token ASIX milik Anang Hermansyah pun anjlok hingga lebih dari 30 persen sejak cuitan Bappebti tersebut diunggah pada Kamis, 10 Februari 2022.

Baca Juga: Lucu-lucuan Ikuti The Power Of Emak-emak di Indonesia, Aleix Espargaro: Dont Try At Home Only at Indonesia

“Dapat kami sampaikan bahwa token ASIX dilarang untuk diperdagangkan karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia,” cuitnya.

“Sesuai dengan Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020. Terima kasih,” imbuh Bappebti menjelaskan dalam cuitannya.

Setelah hal tersebut viral di media sosial, akhirnya Bappebti Kemendag pun mengkalrifikasi apa yang sebenarnya dimaksud oleh pihaknya terkait pelarangan terhadap Token ASIX.

"Selamat malam, meluruskan pemberitaan tentang token ASIX sebelumnya bahwa sebenarnya kami hanya mengingatkan bahwasanya bila token ASIX akan diperdagangkan di dalam negeri harus didaftarkan kepada Bappebti untuk dilakukan penilaian," dikutip Klikanggaran.com dari akun twitternya @InfoBappebti.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Twitter @bappebti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Impor Energi China dari Rusia Terus Melonjak!

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:38 WIB

Bankir JPMorgan Memperingatkan Risiko Ekonomi AS

Selasa, 5 April 2022 | 07:05 WIB
X