• Minggu, 27 November 2022

Tudang Sipulung, Menyelamatkan Hutan dan Masyarakat Luwu Utara

- Selasa, 22 November 2022 | 06:57 WIB
Luwu Utara (Foto Istimewa)
Luwu Utara (Foto Istimewa)

Luwu Utara --- Pegunungan Quarles menyimpan keanekaragaman hayati tinggi, sehingga menjadikan bagian sebelah timur kawasan hutannya menjadi Taman Nasional bernama Taman Nasional Gandang Dewata pada 2016 lalu.

Pada lanskap ini, setidaknya terdapat 179 jenis tumbuhan yang dilindungi maupun yang dianggap masih kurang datanya (Data Deficient-DD), sedangkan untuk fauna, tercatat 15 jenis amfibi dan reptil, 54 jenis burung dan 13 jenis mamalia kecil, terutama dari kelompok tikus.

Sejumlah mamalia gunung endemik juga dilaporkan tercatat seperti tikus ompong (Paucidentomys vermidax), tikus air Sulawesi (Walomys mamasae), dan tikus akar (Gracilimus radix).

Kawasan Taman Nasional ini juga mendukung habitat bagi beberapa satwa dilindungi dan endemik Sulawesi, seperti julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix), burung cikrak Sulawesi (Myza celebensis), burung kipasan Sulawesi (Rhipidura teysmanni), anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), dan anoa gunung (Bubalus quarlesi).

Baca Juga: Sinergi Pemda Luwu Utara dan Indomaret, Dorong UMKM Naik Kelas

Sebelah Kawasan Taman Nasional terdapat kawasan hutan yang berada di wilayah kecamatan Rongkong dan Seko, kabupaten Luwu Utara provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki luas wilayah 750.258 Ha dengan 70,64% atau sekitar 530.005,857 Ha di antaranya kawasan hutan.

Sebagai kawasan hutan pegunungan yang masih terhubung dengan Taman Nasional Gandang Dewata, sangat memungkinkan area ini memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tidak kalah dengan Kawasan Taman Nasional.

Fungsi dan jasa ekosistem pada lanskap ini juga berperan penting bagi masyarakat yang tinggal di bagian hilir atau setidaknya pada delapan desa di dua kecamatan ini, yang meliputi desa Limbong dan desa Marampak di kecamatan Rongkong, serta desa Tirobali, desa Beroppa, desa Hoyane, desa Tanamakaleang, desa Hono dan desa Marante di kecamatan Seko.

Menurut Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, kawasan yang masih banyak hutannya menjadi salah satu sumber daya penting untuk kehidupan yang dapat menopang hidup untuk sebagian besar warga yang berada di sekitar kawasan.

Halaman:

Editor: Ratih Sugi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X