• Senin, 5 Desember 2022

Mengenal KDRT, Kekerasan dalam Rumah Tangga yang jadi Penyebab Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar ke Polisi

- Jumat, 30 September 2022 | 10:02 WIB
Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar, suaminya, ke polisi karena diduga melakukan KDRT  (Tangkap Layar Instagram)
Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar, suaminya, ke polisi karena diduga melakukan KDRT (Tangkap Layar Instagram)


KLIKANGGARANLesti Kejora melaporkan suaminya, Rizky Billar ke Polres Jakarta Selatan karena diduga telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT seperti yang diduga dialmi Lesti Kejora?

Dalam undang-undang N0 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga atau KDRT, dijelaskan, Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Baca Juga: Inilah Ciri-ciri 'Pak R' Suami Host TV yang Disebut Denise Chariesta sebagai Pacarnya, Regi Datau jadi Sorotan

Siapa yang bisa melakukan kekerasan dalam rumah tangga ataupun yang menjadi korban KDRT?

Pasal 2 ayat 1 UU N0 23 tahun 2004 menjelaskan, ruang lingkup KDRT adalah suami, istri dan anak.

Selaian itu, lingkup KDRT adalah orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan suami, istri dan anak yang tinggal dalam satu rumah atau menetap dalam rumah tangga.
Lingkup KDRT juga meliputi orang yang bekerja membantu rumah tangga seperti asisten rumah tangga atau ART yang menetap atau tinggal di rumah tangga.

Baca Juga: Profil Regi Datau, Suami Ayu Dewi, Jadi Sorotan Setelah Diduga 'Inisial R' yang Disebut Denise Chariesta

Jenis-Jenis KDRT
Pasal 5 UU N0 23 tahun 2004 memaparkan ada empat jenis kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT yang dilarang dilakukan yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran rumah tangga.

Kekerasan fisik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: liputan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X