• Sabtu, 1 Oktober 2022

Setelah 19 Tahun, BAZNAS Luwu Utara Akhirnya Miliki Kantor Sendiri

- Rabu, 14 September 2022 | 13:40 WIB
Setelah 19 Tahun, BAZNAS Luwu Utara Akhirnya Miliki Kantor Sendiri (Dok. LHR)
Setelah 19 Tahun, BAZNAS Luwu Utara Akhirnya Miliki Kantor Sendiri (Dok. LHR)

KLIKANGGARAN -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Luwu Utara akhirnya resmi memiliki kantor sendiri yang representatif, setelah 19 tahun lamanya BAZNAS Luwu Utara berkantor sementara di Masjid Agung Syuhada, Masamba.

Khusus di Sulawesi Selatan, baru tiga BAZNAS yang memiliki kantor sendiri tanpa menumpang pada gedung lain, sehingga dengan diresmikannya Kantor BAZNAS Luwu Utara, maka sudah ada empat BAZNAS di Sulsel yang telah memiliki kantor sendiri.

Kantor BAZNAS ini berada di jalan poros Trans Sulawesi Kelurahan Kappuna, Masamba, dan diresmikan oleh Bupati Indah Putri Indriani, Selasa (13/9/2022). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Bupati.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Identitas Bjorka Sudah Mulai Teridentifikasi, Siapa Sosok Hacker Itu Sebenarnya?

Pembangunan Kantor BAZNAS Luwu Utara ini bersumber dari infaq ASN dan masyarakat Luwu Utara itu sendiri, sehingga dengan berdirinya Kantor BAZNAS Luwu Utara, masyarakat dapat merasakan manfaat dari hadirnya Kantor BAZNAS yang permanen.

Bupati Indah Putri Indriani menyebutkan bahwa BAZNAS ini sifatnya kolektif, sehingga pihaknya berkomitmen menghadirkan Kantor BAZNAS yang representatif, sehingga masyarakat dapat mengetahui proses pengumpulan, pengelolaan, dan distribusi zakat.

“Pertama yang harus dilakukan, tunjukkan hadirnya BAZNAS. Salah satunya adanya kantor ini, sehingga masyarakat yakin bahwa ada yang bisa didatangi, bisa dimintai pertanggungjawaban, dan tidak perlu mencari satu-satu, karena sudah ada kantornya,” jelas Indah.

Baca Juga: Segera Diumumkan, Inilah Kepastian Penempatan Guru Swasta Peserta Tes PPPK / P3K Lulus PG Tahap 2

Yang menarik, orang nomor satu di Luwu Utara ini berharap pada pengelola BAZNAS Luwu Utara agar melakukan peningkatan pelayanan berbasis digital. Selain memudahkan, pelayanan pada ranah digital juga akan mewujudkan akuntabilitas pengelolaan zakat.

“Sekarang ini, dengan sistem digitalisasi, semua menjadi lebih mudah. Dari mana, siapa, para Muzakki, dan para Mustahiq-nya. Semua bisa ditelusuri. Ini juga sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dari pengelolaan zakat itu sendiri,” terang dia.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X