Setelah Vonis, Ini Temuan Lain Dugaan Kejahatan Julianto

- Senin, 12 September 2022 | 17:12 WIB
Temuan dugaan kejahatan lain di sekolah milik Julianto (Dok.klikanggaran.com/KR)
Temuan dugaan kejahatan lain di sekolah milik Julianto (Dok.klikanggaran.com/KR)

KLIKANGGARAN – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan hasil pengawasan bersama Itjen KemendikbudRistek di Sekolah SPI milik Julianto. Pengawasan berfokus pada dugaan eksploitasi anak secara ekonomi dengan terduga pelaku manajemen sekolah secara sistemik.

Hasil temuan menyatakan, hak-hak anak mendapatkan pembelajaran terabaikan. Waktu mereka tersita penuh untuk bekerja di tempat wisata edukasi dan hotel yang diduga milik Julianto. Tempat wisata edukasi dan hotel tersebut berada di lingkungan sekolah dan asrama.

Korban yang sudah alumni memberikan pengakuan. Mereka bisa bekerja 12-20 jam per hari di tempat wisata edukasi dan hotel milik Julianto tersebut. Alhasil, mereka kelelahan dan kurang istirahat. Sementara upah yang didapat hanya Rp100.000 sampai Rp150.000 per bulan.

Baca Juga: Tagar Brajamusti Baik dan Tagar Kamu Jahat Trending di Twitter, Inilah Alasannya!

Seperti Sobat Klik ketahui, pemilik dan pendiri salah satu SMA swasta terkenal di Batu, Jawa Timur, Julianto Eka Putra (JE), dinyatakan terbukti melakukan kekerasan seksual dan pencabulan pada peserta didik di sekolah miliknya sendiri. Majelis hakim menyatakan, JE terbukti secara sah bersalah dengan sengaja membujuk anak melakukan persetubuhan.

Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Batu pada Rabu (7/9), JE dinyatakan bersalah dan divonis dengan hukuman 12 tahun penjara. JE juga dikenakan denda Rp300 juta, subsider kurungan tiga bulan, dan wajib membayar ganti rugi pada korban sebesar Rp44.744.623.

“KPAI mengapresiasi majelis hakim atas putusan tersebut, dan mendorong pihak kepolisian agar selanjutnya memproses laporan dugaan eksploitasi ekonomi terhadap anak dan kekerasan fisik yang dialami sejumlah anak di sekolah yang didirikan JE,” ujar Retno Listyarti, M. Si (Komisioner KPAI) pada Klikanggaran.com di Jakarta, 11 September 2022.

Baca Juga: (Cerita Imajinasi) Sepenggal Kisah Langston dan Kekuatan Mataharinya

Retno mengatakan, apresiasi patut diberikan karena dalam 25 kali proses persidangan kasus ini, terdakwa sebelumnya tidak pernah ditahan. Terdakwa baru ditahan menjelang akhir-akhir persidangan. Itu pun terimbas penangkapan “Bechi”, putra kyai di Jombang. “Bechi” juga menjadi tersangka kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Kasusnya pun sedang berproses di pengadilan.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X