Kasus Gontor, Benarkah Akibat Sistem Pengawasan Lemah?

- Minggu, 11 September 2022 | 20:46 WIB
Komisioner KPAI mendukung proses hukum pada kasus Gontor (Dok.klikanggaran.com/KR)
Komisioner KPAI mendukung proses hukum pada kasus Gontor (Dok.klikanggaran.com/KR)

KLIKANGGARAN – Seperti Sobat Klik ketahui, peristiwa mengenaskan menimpa seorang santri di Pondok Modern Darussalam Gontor 1, Ponorogo. Santri berinisial AM asal Palembang meninggal dunia usai diduga mengalami kekerasan oleh santri senior.

Merunut pada kronologi kejadian, peristiwa ini bermula dari kegiatan perkemahan Ponpes Gontor. Almarhum AM menjadi ketua panitia kegiatan perkemahan Kamis Jumat pada 18-19 Agustus 2022. Tiga panitia termasuk AM terlibat perselisihan dengan santri senior dan mendapatkan tindak kekerasan.

Dari keterangan saksi, ketiganya sempat dilarikan ke IGD rumah sakit di lingkungan Ponpes Gontor. Akan tetapi, ketika masuk IGD, saksi menyatakan korban AM sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Inilah Alasan Seorang Bayi Laki-laki Diberi Nama Perdi Sambo Oleh Orang Tuanya yang Viral di Media Sosial

Retno Listyarti, M. Si., Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menyampaikan duka mendalam pada keluarga korban. Sebagai Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengecam segala bentuk tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan. Termasuk yang baru-baru ini terjadi di Ponpes Gontor dan mengakibatkan kematian seorang santri.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kekuatan,” tutur Retno melalui keterangan tertulisnya, diterima Klikanggaran.com pada hari Sabtu, 10 September 2022.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, sebenarnya ada tiga santri menjadi korban kekerasan fisik. Satu orang meninggal dan dua lainnya kemungkinan besar mengalami luka fisik,” lanjutnya.

Baca Juga: Responsif, Cakades Mukti Jaya Nomor Urut 3 Sampaikan 7 Poin Pakta Integritas di Hadapan Pendukungnya

Retno menyatakan, harus ada perhatian untuk dua santri tersebut. Keduanya harus segera mendapatkan rehabilitasi medis dan psikis akibat kekerasan yang mereka alami. Untuk itu, Retno mendorong agar Kemenag dan jajarannya memastikan kedua santri ini segera mendapatkan haknya.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X