• Sabtu, 13 Agustus 2022

Cabuli Santriwati, Pimpinan Ponpes di Batang Hari Terancam Kurungan 15 Tahun Penjara

- Jumat, 18 Februari 2022 | 07:54 WIB
Kapolres Batang Hari AKBP. M. Hasan, beserta jajarannya melakukan Konferensi Pers, Kamis, (17/02/2022) di Mapolres Batang Hari, Provinsi Jambi (Annuza)
Kapolres Batang Hari AKBP. M. Hasan, beserta jajarannya melakukan Konferensi Pers, Kamis, (17/02/2022) di Mapolres Batang Hari, Provinsi Jambi (Annuza)

KLIKANGGARAN -- Terkait dengan viralnya pemberitaan di media sosial (medsos) adanya dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh oknum Ustaz Muhammad Nur Hamim (22) Bin Bunjan, Warga RT 03/01 Desa Kampung Pulau, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, sebagai pimpinan di salah satu Pondok Pesantren di Batang Hari terhadap santriwatinya, Kapolres Batang Hari AKBP. M. Hasan, beserta jajarannya melakukan Konferensi Pers, Kamis, (17/02/2022) di Mapolres Batang Hari, Provinsi Jambi.

Kapolres Batang Hari, AKBP M Hasan pada konferensi pers tersebut menjelaskan kronologis kejadian, dijelaskan M. Hasan bermula pada hari Selasa tanggal 15 Februari 2022, sekira pukul 21.00 WIB terdapat berita online oleh jambiprima.com yang isinya memberitakan diduga telah terjadi tindak pidana pencabulan terhadap seorang anak Bunga (nama samaran) umur 15 tahun yang dilakukan oleh ustadz NH di Pondok Pesantren (Ponpes) Ma'had Tahfizhil Qur'an (MTQ) RT.03 Desa Kampung Pulau, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari.

"Kemudian dilakukan penyelidikan terhadap pemberitaan tersebut, anggota Polsek Pemayung turun ke lapangan untuk mencari keterangan dan data terkait kejadian tersebut," jelas Kapolres.

Dilanjutkan Kapolres M. Hasan, pada hari Rabu tanggal 16 Februari 2022 sekira pukul 10.00 WIB, Unit PPA Sat Reskrim, Unit Intel Polres Batang Hari, kembali mendatangi ponpes MTQ tersebut untuk melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.

Baca Juga: Sambut Harlah Ke-99 NU, PWNU DKI Jakarta Me-launching Program World Halal Centre NU

Kemudian pukul 11.00 WIB Unit PPA dan unit Intel Polres Batang Hari, menemui kelurga korban atas nama Wulan beralamat jln. Lamvero Bagan Pete, Kota Jambi, dan didapat keterangan bahwa ibu korban dan korban inisial Bunga berada di batas Kota Jambi - Palembang, sambung M. Hasan.

Sekira pukul 17.00 WIB Unit PPA dan unit Intel Polres Batang Hari bertemu dengan ibu korban atas nama Meisy Misliana dan Bunga, dan dilakukan interogasi kepada ibu korban.

"Dari hasil interogasi tersebut ibu korban menyatakan bahwa memang benar telah terjadi tindakan pidana pencabulan terhadap anak di ponpes MTQ tersebut," kata Kapolres.

Kemudian unit PPA dan unit Intel Polres Batang Hari menyarankan kepada orang tua korban untuk membuat laporan polisi terkait kejadian tersebut, pada pukul 20.00 WIB Unit PPA dan unit Intel Polres Batang Hari mendampingi ibu korban dan korban membuat laporan di Polres Batang Hari dan telah dibuat laporan, dan telah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, papar Kapolres AKBP M Hasan.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X