• Sabtu, 13 Agustus 2022

Diterapkan Sejak 2018, Inovasi Kedai Bumil, Hemat Anggaran Kesehatan Ratusan Juta Rupiah, Kok Bisa ya?

- Senin, 14 Februari 2022 | 21:35 WIB
Inovasi Kedai Bumil Bisa Hemat Anggaran Kesehatan Rtusan Juta Rupiah (LHR)
Inovasi Kedai Bumil Bisa Hemat Anggaran Kesehatan Rtusan Juta Rupiah (LHR)

KLIKANGGARAN --Melahirkan normal adalah cita-cita tertinggi bagi ibu yang sedang mengandung. Biasanya seorang ibu yang akan melahirkan, lebih memilih persalinan normal bila tidak ditemukan risiko yang menyulitkan persalinan.

Nah, di Kabupaten Luwu Utara telah hadir sebuah inovasi di sektor kesehatan. Di mana inovasi lebih spesifik menangani persoalan ibu yang ingin melahirkan normal setelah pernah melahirkan melalui operasi sesar atau Sectio Caesaria (SC).

Inovasi ini kemudian diberi nama Kedai Bumil atau Kelas Edukasi Ibu Hamil yang digagas oleh Juinar, S,ST,M,KM., selaku bidan di tempat Praktek Mandiri Bidan yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara.

“Yang menginspirasi saya melahirkan inovasi ini adalah adanya keinginan ibu hamil yang pernah melahirkan sesar, kemudian pada kehamilan berikutnya berniat melahirkan normal,” kata Inovator Kedai Bumil, Juinar, Minggu (13/2/2022).

Baca Juga: Ganjar Pranowo Bantah 'Gubernur tidak Sambut Puan', Sebut Dirinya Siap Sambut Kalau...

Juinar mengatakan, keunikan inovasi ini, mampu mengubah mindset bahwa sekali sesar harus sesar lagi, tanpa harus menggunakan obat-obatan. “Dengan inovasi ini, ibu hamil yang pernah sesar, lebih percaya diri, merasa aman dan nyaman dalam melahirkan, dan tidak khawatir akan intervensi SC, kecuali ada hal urgen terjadi,” jelasnya.

Ia mencatat, tahun 2020 sebanyak 51 ibu hamil yang pernah SC atau mempunyai faktor risiko SC dapat melahirkan secara alami. Pun di tahun 2021, sebanyak 45 ibu hamil yang pernah SC atau mempunyai faktor risiko dapat melahirkan secara alami.

“Dengan inovasi ini, bumil yang melahirkan normal dapat pulih lebih cepat,” terangnya. Ia juga mengungkapkan manfaat lain dari inovasi ini. Kata dia, inovasi ini mampu mengefisienkan anggaran pada sistim Jaminan Kesehatan Nasional sekitar Rp384.000.000.

Baca Juga: Dua Kata Ini Tidak Boleh Diucapkan di Depan Orang Sunda, Maknanya Bikin Kamu Kaget!

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X