• Sabtu, 20 Agustus 2022

Duh! Karena Sebut 'Tuhan Bukan Orang Arab' Akhirnya KSAD Dudung Dilaporkan Terkait Penistaan Agama

- Minggu, 30 Januari 2022 | 14:40 WIB
Konfrensi Pers KUHAP APA (dok. keuangannews.com)
Konfrensi Pers KUHAP APA (dok. keuangannews.com)

 

KLIKANGGARAN -- KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dilaporkan oleh Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA).

KUHAP APA melaprkan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman terkait pernyataannya beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa ‘Tuhan kita bukan orang Arab’.

Pelaporan terhadap KSAD Jenderal Dudung itu disampaikan Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama ke Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad TNI).

Dalam laporannya tersebut, KUHAP APA menyebutkaan bahwa KSAD Jenderal Dudung telah melakukan tindakan yang berlawanan dengantupoksinya sebagai KSAD.

Baca Juga: KSAD Dudung Abdurachman Sebut Tidak Punya Kewenangan atas Gugurnya Tiga Prajurit di Papua, Maksudnya?

“Kami (KUHAP APA) yang mengetahui atau menyaksikan telah terjadi dugaan kuat adanya perbuatan pelanggaran hukum atau delik yang dilakukan oleh Saudara Dudung Abdurachman, seorang perwira tinggi yang berpangkat jenderal yang mengemban tugas sebagai abdi negara selaku KSAD, yang tentunya secara hukum melekat pada dirinya kewajiban melindungi tumpah darah Indonesia bangsa dan tanah air NRI serta seyogianya memiliki kepribadian dan kebijakan yang patut digugu dan ditiru, namun pada kenyataannya Jenderal Dudung Abdurachman melakukan tindakan yang sebaliknya daripada kewajiban-kewajiban tupoksinya terkait pernyataan Tuhan Bukan Orang Arab,” kata anggota KUHAP APA, Damai Hari Lubis, dalam keterangan tertulisnya dikutip Klikanggaran.com dari keuangannews.com pada Minggu, 30 Januari 2022.

“Oleh karenanya, dengan terpaksa kami telah membuat pengaduan atau laporan terhadap Jenderal Dudung sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Adapun aduan laporan berikut pasal-pasal yang telah dilanggar kami buat lengkap melalui Puspomad/Danpuspom Jakarta Pusat kemarin tanggal 28 Januari 2022,” tambahnya.

Dikatakan oleh pihak KUHA APA, laporan itu disampaikan terkait dugaan tindak pidana penodaan agama dan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat. Laporan itu dilakukan atas nama pelapor A Syahrudin.

Baca Juga: KSAD Dudung Temui Menhan Prabowo Subianto, Bahas Apa?

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemda Luwu Utara Serahkan KUA-PPAS APBD 2023 ke DPRD

Jumat, 19 Agustus 2022 | 20:32 WIB

Bupati Luwu Utara Dorong Pemuda Jadi Petani Milenial

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:42 WIB
X