• Rabu, 29 Juni 2022

Kasus Cek Kosong yang Menyeret Nama Mantan Gubernur Bengkulu, Kuasa Hukum: Berhentilah Menyebar Fitnah!

- Rabu, 22 Desember 2021 | 15:05 WIB
Mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin (Wikipedia)
Mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin (Wikipedia)

Baca Juga: Clairine Clay Resmi Jadi Istri Joshua Suherman, Ini Profilnya

Dikatakan oleh Yasrizal PT API telah membayarkan uang muka sebesar Rp 7,5 miliar kepada PT TAC saat kesepakatan lisan disepakati, namun ketika tim PT API meninjau pabrik, ternyata kondisi mesin-mesin di sana jauh dari kesepakatan, serta banyak mesin-mesin yang diklaim sebagai milik PT TAC dan dijual kembali kepada pemilik asalnya.

"Berdasarkan temuan itulah, Pak Saleh dan Pak Agusrin meminta dilakukan appraisal oleh tim yang independen untuk menemukan nilai yang pantas dan layak untuk mesin-mesin tersebut," ungkapYasrizal.

"Dan jika tidak mau dilakukan appraisal, maka transaksi dibatalkan dan uang DP Rp 7,5 miliar minta dikembalikan, dan itu tertuang dalam surat resmi yang dikirimkan Pak Saleh dan Pak Agusrin kepada pihak penjual," tambahnyanya.

Baca Juga: Joshua Suherman ‘Diobok-obok’ Menikah Hari Ini, Masa sih?

Namun, menurut Yasrizal, hingga hari ini PT TAC tidak bersedia dilakukan appraisal. Bahkan, dia menyebut PT TAC menekan Agusrin dan Saleh untuk membayar uang Rp 33 miliar. Padahal, berdasarkan hasil appraisal yang dilakukan PT API, nilai barang yang dijual PT TAC hanya Rp 6 miliar.***

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X