• Selasa, 24 Mei 2022

Pemkab OKI Gelar Acara Sosialisasi Gratifikasi pada Lingkungan Pendidikan

- Selasa, 28 September 2021 | 16:31 WIB
Pemkab OKI Gelar Acara Sosialisasi Gratifikasi pada Lingkungan Pendidikan (dok.diskominfo OKI)
Pemkab OKI Gelar Acara Sosialisasi Gratifikasi pada Lingkungan Pendidikan (dok.diskominfo OKI)


OKI, Klikanggaran.com- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus berupaya menguatkan budaya anti korupsi di lingkungan pemerintah daerah dan sekolah di Bumi Bende Seguguk. Upaya tersebut salah satunya dengan mensosialisasikan peningkatan pengendalian gratifikasi dan peningkatan kepatuhan terhadap pelaporan gratifikasi di lingkungan Pemkab OKI.

"Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari perhatian dan fokus kita terhadap yang namanya gratifikasi di lingkungan Pemkab OKI," ujar Inspektur Kabupaten OKI, Endro Suarno, S.Sos, M.Si pada acara Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi pada lingkungan pendidikan di wilayah Kabupaten OKI, bertempat di aula Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Selasa, 28 September 2021.

Endro menyebutkan, gratifikasi sendiri memang mempunyai pengertian yang netral yaitu semua pemberian yang diterima oleh Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara (Pn/PN), tetapi ada beberapa kriteria gratifikasi yang dilarang diantaranya, yang diterima berhubungan dengan jabatan dan gratifikasi yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku, kode etik, memiliki konflik kepentingan atau merupakan penerimaan yang tidak patut/wajar.

Baca Juga: Kapolres OKI Canangkan Ponpes Hidayatul Qur'an sebagai Sekolah Anti Narkoba dan Peduli Lingkungan Tahun 2021

“Hal inilah yang termasuk dilarang,” terangnya.

Endro menerangkan, bahwa pemahaman anti korupsi harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak yang merupakan penerus estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.

"Pelajar sebagai penerus di masa depan harus paham bahwa tindakan gratifikasi merupakan tindakan yang melanggar peraturan, budaya anti korupsi sejak dini harus ditanamkan di dalam diri setiap pelajar," tegasnya.

Endro juga mengatakan, bahwa setiap sekolah harus memiliki Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) yang berperan sebagai motor penggerak kegiatan pengendalian gratifikasi.

Baca Juga: Lima Alasan Kamu Harus Main ke Bali, Bisa Tambahkan Alasan Lainnya, Ngak?

"Kehadiran UPG dapat mengurangi tekanan psikologis untuk melaporkan gratifikasi kepada KPK, karena penerima gratifikasi cukup melapor ke UPG. UPG juga dapat menjadi perpanjangan tangan KPK dalam hal pusat informasi gratifikasi.selain itu, UPG berperan sebagai unit yang memberikan masukan kepada pimpinan lembaga untuk memperbaiki area yang rawan gratifikasi atau korupsi," jelasnya.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X