• Jumat, 21 Januari 2022

Tingkat Pencemaran Limbah B3 Tinggi, Tegal Masuk Daerah Skala Prioritas Pemulihan Pencemaran Limbah B3 KLHK

- Rabu, 22 September 2021 | 10:48 WIB
Haruki Agustina, Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya Beracun pada  Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (K.Wijayanto)
Haruki Agustina, Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya Beracun pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (K.Wijayanto)

Tegal, Klikanggaran.Com - Kabupaten Tegal Jawa Tengah termasuk daerah skala prioritas pemulihan pencemaran limbah bahan beracun berbahaya atau B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutahan (KLHK).

Puluhan warga Desa Pesarean, Kebasen dan Karangdawa Kecamatan Adiwerna yang terpapar limbah B3, akibat adanya lahan yang terkontaminasi limbah beracun berbahaya menjadi alasan menetapkan Kabupaten Tegal masuk skala prioritas tersebut.

 

Haruki Agustina, Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya Beracun, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, menjelaskan, pembuangan limbah tanpa menggunakan tehnologi yg pas berdampak pada pencemaran lingkungan.

"Kabupaten Tegal masuk dalam skala prioritas untuk kita pulihkan sampai tahuh 2023," kata Haruki kepada wartawan, Rabu 22 September 2021.

Baca Juga: Ratusan Warga Desa Pesarean Kabupaten Tegal Terpapar Logam Berat. Apa Penyebabnya?

Baca Juga: Kicauan Giring Goreng Anies Baswedan Dikritik Gerung

Menurut Haruki, kegiatan industri peleburan logam di Desa Pesarean berlangsung sejak tahun 1960. Tingkat pencemaran di Desa Pesarean tergolong berat, akibat pembuangan limbah B3 secara sembarangan.

Tanah di wilayah ini telah terkontaminasi logam berat sehingga airnya dinyatakan tidak layak konsumsi.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Bumi Banten Kembali Mengguncang Pagi Ini

Senin, 17 Januari 2022 | 08:13 WIB
X