• Minggu, 5 Desember 2021

Wow, Penipuan Berjamaah di AS, 138 Orang Didakwa Mengembat 1,1 Miliar Dolar untuk Telemedicine dan Covid-19

- Sabtu, 18 September 2021 | 15:56 WIB
Ilustrasi: perlengkapan klinik kesehatan (Pixabay/fernandozhiminaicela)
Ilustrasi: perlengkapan klinik kesehatan (Pixabay/fernandozhiminaicela)


Klikanggaran.com-- Sebuah siara pers pada Jumat, (17-9-2021) cukup mengejutkan masyarakat Amerika Serikat. Sebuah penipuan berjamaah terjadi di AS terkait dana bantuan Covid-19 dan rehabilitasi narkoba.

Para penipu tersebut mengambil keuntungan penuh dari poros AS untuk telemedicine selama pandemi coronavirus. Sebanyak 43 orang telah didakwa membayar dokter dan perawat sebab memesan peralatan dan tes medis yang mahal dan tidak perlu – semuanya tanpa benar-benar bertemu atau dalam beberapa kasus bahkan berbicara dengan “pasien” prosedur yang seharusnya,

Sebetulnya, siaran pers pada Jumat itu menggambarkan pencapaian Unit Penipuan Perawatan Kesehatan Departemen Kehakiman AS selama setahun terakhir.

Baca Juga: Waduh, Beli Bali? Bali Dijual untuk Bayar Utang Luar Negeri? Apa sih Maksudnya?

Departemen Kehakiman AS telah mendakwa 138 orang, termasuk 42 penyedia medis berlisensi, untuk lebih dari $ 1,4 miliar penipuan perawatan kesehatan yang dilakukan selama tahun 2020, dilansir RT.com.

Bayangkan saja lebih dari $ 1,1 miliar dalam klaim perawatan kesehatan palsu kemudian ditagihkan ke Medicare dan perusahaan asuransi pemerintah AS lainnya.

Menyedihkannya lagi bahwa banyak dari keuntungan haram dihabiskan untuk "barang-barang mewah, termasuk kendaraan, kapal pesiar, dan real estat.

Baca Juga: Mengapa Sebuah Artikel Ditolak Jurnal Internasional? Ini Kata Asisten Profesor University of Notre Dame

Departemen tersebut memuji National Rapid Response Strike Force, yang dibentuk tahun lalu ketika Washington terus berjuang keras melawan epidemi opioid, dengan menjatuhkan para penipu.

Gugus tugas baru itu dipuji karena membantu memecahkan serangkaian kasus penipuan Covid-19 dan penipuan program perawatan penyalahgunaan zat.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X