• Rabu, 27 Oktober 2021

Mengapa Sebuah Artikel Ditolak Jurnal Internasional? Ini Kata Asisten Profesor University of Notre Dame

- Sabtu, 18 September 2021 | 12:52 WIB
Profesor Mun'in Sirry (sebelah kanan) dalam sebuah acara seminar (Facebook/Mun'in Sirry)
Profesor Mun'in Sirry (sebelah kanan) dalam sebuah acara seminar (Facebook/Mun'in Sirry)

 

Klikanggaran.com-- Ada kebanggaan tersendiri bagi seorang akademisi ketika artikel yang ditulisnya bisa tembus atau dimuat di sebuah jurnal internasional.

Artikel yang dimuat di sebuah jurnal internasional, apalagi yang terkemuka, merupakan pengakuan akan keilmuaan sang penulisnya.

Akademisi Indonesia banyak juga, lho, yang artikelnya dimuat di jurnal internasional, bahkan seakan-akan ia menjadi pelanggan yang setia mengisi ruangan di jurnal tersebut.

Namun, sebagian besar akademisi kita gagal menembus jurnal internasional.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Adakan Lomba Radio, Penyiar Favorit. Lima Terbaik akan dapatkan Hadiah

Mun’in Sirry, editor pada Islam and Christian-Muslim Relations, mengungkapkan bagaimana sebuah artikel bisa ditolak oleh editor jurnal internasional.

Berdasarkan pengalamannya sebagai editor, Mun’in mengatakan bahwa setiap minggu dia membaca 5-10 kiriman artikel. Sayangnya, sebagian artikel yang ditulis orang Indonesia tidak mengikuti standar tulisan akademis.

Kata Mun’in, sebagian artikel dikirim terburu-buru, misalnya, terlihat dari penulisan nama yang tidak kosisten.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: Facebook Munim Sirry

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Membaca: Memaknai Simbol

Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:04 WIB

Sumpah Pemuda Terlupakan, Halloween Dirayakan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:09 WIB

Di Surga Itu Bersama Orang-Orang Tercinta

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:12 WIB

Kopi Turki, Bisa Dipakai untuk Meramal Lho

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:38 WIB

Asyiknya Berkunjung ke Museum, Yuk Coba

Minggu, 24 Oktober 2021 | 07:44 WIB

Riddah atau Murtad Adalah Puncaknya Kejahatan

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:23 WIB
X