• Selasa, 24 Mei 2022

Luar Biasa, Kopi Asal Subang Tembus Ekspor Perdana ke Arab Saudi

- Jumat, 17 September 2021 | 20:38 WIB
Seremoni ekpors perdana kopi petani Subang ke Arab Saudi (jabarprov.go.id)
Seremoni ekpors perdana kopi petani Subang ke Arab Saudi (jabarprov.go.id)

Bandung, Klikanggaran.com-- Kopi Indonesia diekspor ke Arab Saudi. Ini adalah ekspor perdana dari petani kopi yang tergabung dalam Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, mitra Bank Indonesia Jawa Barat.

Kopi merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam perekonomian sebagai sumber penghasil devisa. Indonesia dikenal sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, demikian dilansir jabarprov.go.id.

Dilihat dari daerah produksi di Indonesia, Jawa Barat merupakan produsen kopi ke-9 terbesar. Namun demikian, perkebunan kopi di Jawa Barat masih memiliki nilai produktivitas yang rendah, yaitu senilai 0,46 ton/ha atau masih lebih rendah dibandingkan produktivitas nasional, yaitu sebesar 0,58 ton/ha, bahkan masih jauh di bawah produktivitas dunia yang mencapai 0,70 ton/ha.

Baca Juga: Lima Ton Beras Bansos Covid-19 di Kota Tegal Terbengkalai di Kantor Kelurahan. Kok Bisa?

Seremoni ekspor perdana dari petani kopi yang tergabung dalam Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, mitra Bank Indonesia Jawa Barat dilakukan pada Jumat, (17/9/2021), oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala BI Jawa Barat Herawanto dan Bupati Subang Ruhimat di Pendopo Kabupaten Subang.

Berdasarkan data World Top Export 2020, nilai ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar USD 821juta, atau 2,6% terhadap total ekspor dunia. Dengan nilai tersebut, ekspor kopi Indonesia menempati peringkat 10 Dunia.

Dilihat dari daerah produksi di Indonesia, Jawa Barat merupakan produsen kopi ke-9 terbesar. Namun demikian, perkebunan kopi di Jawa Barat masih memiliki nilai produktivitas yang rendah, yaitu senilai 0,46 ton/ha atau masih lebih rendah dibandingkan produktivitas nasional, yaitu sebesar 0,58 ton/ha, bahkan masih jauh di bawah produktivitas dunia yang mencapai 0,70 ton/ha.

Baca Juga: Pengen Bibir Merah Alami Kayak Artis Korea? Gini Caranya

Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, sejak 2018, Bank Indonesia Jawa Barat melakukan berbagai program pengembangan kopi melalui pengembangan klaster mitra di 9 wilayah, yaitu Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab. Sumedang, Kab. Garut, Kab. Bogor, Kab. Subang, Kab. Majalengka, Kota Tasikmalaya dan Kab. Tasikmalaya.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: Jabarprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X