• Kamis, 9 Desember 2021

Rekonstruksi Pembunuhan Anak Tiri di Kabupaten PALI Nyaris Ricuh

- Selasa, 14 September 2021 | 20:26 WIB
Rekonstruksi pembunuhan balita berusia 1,8 tahun oleh ayah tirinya nyaris ricuh (Dok.klikanggaran.com/Iwan)
Rekonstruksi pembunuhan balita berusia 1,8 tahun oleh ayah tirinya nyaris ricuh (Dok.klikanggaran.com/Iwan)

PALI, Klikanggaran.com - Kasus pembunuhan balita berusia 1,8 tahun oleh ayah tirinya, Antoni alias Anton, Selasa (14/9/21), direkonstruksi polisi dari Polsek Talang Ubi. Suasana hampir ricuh saat pelaku dibawa keluar dari ruang tahanan guna menjalani rekonstruksi pembunuhan.

Penjagaan dilakukan secara ketat karena keluarga korban, terutama kakek dan ayah kandungnya, terus berusaha untuk menghajar pelaku pembunuhan. Beruntung, polisi yang mengawal bertindak sigap dan berhasil melanjutkan rekonstrusi.

Total ada 17 adegan pembunuhan diperagakan langsung oleh Antoni alias Anton. Pada saat rekonstruksi terlihat pada adegan keempat, pelaku menginjak perut korban, sehingga membuat korban sulit bernapas. Bahkan pada adegan kelima pelaku juga menceburkan kepala korban ke sungai dengan posisi kaki di atas, sehingga korban meninggal dunia.

Baca Juga: Gandeng Gojek, Kominfo Agendakan Edukasi dan Pelatihan untuk UMKM

Kapolsek Talang ubi, Kompol Alpian Nasution melalui kanit Reskrim Ipda Arzuan “Reka ulang memperagakan 17 adegan dan pelaku dijerat pasal 340 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan kurungan penjara seumur hidup”. Arzuan juga menambahkan korban merupakan anak tiri dari tersangka “Korban anak tiri tersangka, korban berusia 1,8 tahun. Setelah melakukan pembunuhan tersangka kabur ke kota tangerang dan jasad korban ditinggalkan disebuah rumah kosong di Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI bersama kakak perempuan korban yang masih berusia 4 tahun” terang Arzuan.

Pada saat rekonstruksi berlangsung kericuhan kembali terjadi antara keluarga korban yang nyaris menghakimi pelaku. Untungnya aparat kepolisian yang berjaga dapat menenangkan keluarga korban. Polisi sudah menduga keluarga akan mengamuk, karena itu rekonstruksi digelar di Mapolsek Talang Ubi.

Paiman, kakek korban setelah melihat reka ulang geram dan meminta penegak hukum untuk memberikan ganjaran kepada pelaku dengan hukuman seberat-beratnya. "Kelakuan Antoni bukan lagi biadab tapi lebih dari binatang. Tega menghabisi anak kecil. Hukumlah seberat-beratnya. Kami dari keluarga korban tidak terima," ujarnya.

 Baca Juga: Menjaga Pilar Sosial dari Pandemi Covid 19, Kemensos Salurkan Paket Masker dan Vitamin ke 158 Kota

Selain keluarga korban, rekonstruksi disaksikan langsung oleh Desty Puspita Sari dari Kejaksaan Negeri PALI. Ia menyatakan pihaknya masih menunggu berkas dari penyidik terkait kasus pembunuhan anak dengan pelaku ayah tirinya. “Kasus ini masih dalam penyelidikan, berkasnya masih disusun penyidik. Jadi kita masih menunggu” Kata Desti Puspita Sari.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X