• Minggu, 26 September 2021

Wakil Ketua KPK Dijatuhkan Sanksi Berat oleh Dewas berupa Pemotongan Gaji, Kenapa Ya?

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 06:02 WIB
Suasana sidang etik oleh Ketua Dewas KPK terhadap Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar.  (Dok:kpk.co.id)
Suasana sidang etik oleh Ketua Dewas KPK terhadap Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar. (Dok:kpk.co.id)


Jakarta, Klikanggaran.com - Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjatuhkan sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40% selama 12 bulan kepada Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, karena melakukan perbuatan yang termasuk pelanggaran berat.

Juru Bicara Bidang Kelembagaan dan Penindakan, Ali Fikri, melalui keterangan persnya pada Senin, 30 Agustus 2021, menjelaskan bahwa Dewas KPK memutuskan Lili Pintauli Siregar terbukti secara sah telah menyalahgunakan pengaruhnya untuk kepentingan pribadi dan berhubungan dengan pihak lain yang perkaranya sedang ditangani oleh KPK sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b dan a Peraturan Dewan Pengawas Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Sidang Etik diketuai oleh Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dengan dua anggota Majelis Etik Albertina Ho dan Harjono yang dilakukan secara terbuka dan dibuka untuk umum mengacu pada Pasal 8 ayat (1) Peraturan KPK Nomor 3 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Persidangan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Dalam persidangan tersebut telah didengar keterangan dari 11 (sebelas) orang saksi yang terdiri dari 7 saksi internal KPK dan 4 saksi eksternal. Selain itu, juga didengarkan kesaksian dari dua orang saksi meringankan (ad charge) baik dari internal KPK maupun dari eksternal.

Majelis Sidang Etik menekankan bahwa perbuatan berhubungan dengan seseorang yang perkaranya sedang diperiksa oleh KPK adalah nilai-nilai integritas yang sangat esensial bagi KPK sejak KPK berdiri.

Oleh karena itu, kata Ali, harus tetap dipertahankan demi menjaga muruah KPK yang selama ini dikenal mempunyai integritas yang tinggi.

"Dewas berharap, setelah ada putusan ini maka seluruh insan KPK, baik Pimpinan, Dewas dan insan KPK lainnya tidak melakukan perbuatan yang sama," tandasnya.

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, meminta kepada Dewas KPK untuk menjatuhkan sanksi berat berupa pemecatan terhadap Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar.

"Sanksi terberat Dewas KPK adalah permintaan pengunduran diri kepada teradu yang bisa dipahamai sebagai pemecatan. Apabila Lili Piantuli Siregar dinyatakan bersalah oleh Dewas KPK, maka selanjutnya MAKI berencana mengambil opsi untuk melapor kepada Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana sebagaimana diatur pasal 36 UU KPK Nomor 30 Tahun 2002," ujar Boyamin pada Klikanggaran.com melalui keterangannya, Senin (30-8).

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kicauan Giring Goreng Anies Baswedan Dikritik Gerung

Rabu, 22 September 2021 | 10:38 WIB

Seleksi Asisten Komisioner KASN Memasuki Tahap Asesmen

Rabu, 15 September 2021 | 19:35 WIB
X