• Sabtu, 27 November 2021

Dua Tahun Jokowi-Maruf Memerintah: Jangan Kriminalisasi gerakan Mahasiswa!

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 18:26 WIB
Solidaritas Pergerakan Mahasiswa (SOPREMASI) dan Koalisi Rakyat (KORA) menggelar dialog terbuka  (Klikanggaran/istimewa)
Solidaritas Pergerakan Mahasiswa (SOPREMASI) dan Koalisi Rakyat (KORA) menggelar dialog terbuka (Klikanggaran/istimewa)


Jakarta, Klikanggaran.com- Solidaritas Pergerakan Mahasiswa (SOPREMASI) dan Koalisi Rakyat (KORA) menggelar dialog terbuka dengan tajuk diskusi “Evaluasi Dua Tahun Kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin Sudah Sejauh Mana Perubahan Bangsa” di Two Much Coffee & Roastery, Kramat Jati- Jakarta Timur.

Rizki Irwansyah mengatakan KORA dan SOPREMASI menggelar dialog terbuka dengan konsep tatap muka sebagai upaya untuk menggingatkan kembali kepada mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah DKI Jakarta untuk tidak absen menyuarakan evaluasi jelang momentum Dua tahun kepemimpinan Jokowi-Maruf.

Menurutnya, dua tahun pemerintahan ini adalah momentum yang tepat untuk elemen mahasiswa memberikan evaluasi sejauh mana efektivitas kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin merealisasikan janji politik.

Baca Juga: Hebat, Cabor Angkat Besi Pecahkan 3 Rekor Dunia Yunior dan 11 Rekor Nasional dalam PON XX Papua

Ia menjelaskan, evaluasi ini perlu dalam kerangka membangun pemerintahan yang efektif. Lebih-lebih, dalam masa pandemi ini, mendesak dibutuhkan pemerintahan yang tak asal bekerja, tapi juga responsif sekaligus adaptif.

“Di periode kedua pemerintahannya saat ini, Pemerintahan Jokowi sejatinya makin dihadapkan pada masalah besar. Di tengah berbagai tekanan plus pandemi Covid-19 yang belum mampu sepenuhnya terkendali, dua tahun kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin sangat membutuhkan dukungan moral force dari mahasiswa dan perangkat pembantu yang makin mumpuni.

Tanpa itu, kepercayaan publik (public trust) akan kian mudah terdegradasi. Lebih-lebih, jika berbagai program dan kebijakan tak mampu banyak menjangkau harapan publik. Dua tahun adalah masa tepat untuk evaluasi dan melanjutkan pahatan legacy yang benar-benar bisa memberikan ketenangan," ucap Rizki dalam pembukaan diskusi (Minggu, 10/10).

Baca Juga: 2 Juta 700 ribu Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Tanah Air, Langsung Akan Dibagikan ke 12 Provinisi

Di tempat yang sama Gawi Yaur Dewan Pembina SOPREMASI mengajak kepada elemen mahasiswa yang tergabung dalam gerakan SOPERMASI untuk terlibat aktif menyuarakan evaluasi dua tahun Jokowi- Maruf Amin sebagai bentuk pengawasan terhadap pemerintahan.

Oleh karenanya, pria yang juga sebagai Sekertaris Daerah BEM Nusantara berharap, jelang evaluasi dua tahun Jokowi-Maruf Amin tidak ada upaya kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengen ke Bali Lagi? Jalan-Jalan ke Bukit Cinta, yuk!

Jumat, 26 November 2021 | 16:29 WIB

Nyai Sampur dalam Wisata Mistis Gunung Kawi

Rabu, 24 November 2021 | 16:31 WIB

Mengapa Hari Guru Nasional pada Tanggal 25 November?

Selasa, 23 November 2021 | 10:57 WIB

Cirebon Tidak Bisa Dilepaskan dari Sejarah Mataram

Senin, 22 November 2021 | 21:02 WIB

Syukur Waktu 10, Mari Bangkit dan Berkarya !!!

Selasa, 16 November 2021 | 21:28 WIB
X