• Kamis, 9 Desember 2021

Ir. Feri Kurniawan, Pendongkrak Kasus Masjid Sriwijaya dan PDPDE Sumsel

- Kamis, 23 September 2021 | 12:42 WIB
Ir Feri Kurniawan, pegiat antikorupsi Sumsel saat mendapat musibah dan ujian 2018 lalu  (Klikanggaran/Budi Suwarno)
Ir Feri Kurniawan, pegiat antikorupsi Sumsel saat mendapat musibah dan ujian 2018 lalu (Klikanggaran/Budi Suwarno)


Palembang, Klikanggaran.com-- Ir. Feri Kurniawan adalah sosok aktivis dan pegiat antikorupsi yang getol memperjuangkan dugaan kasus-kasus besar di Sumatera Selatan. Salah satunya dugaan kasus mega skandal hibah Sumsel 2013, Masjid Sriwijaya dan PDPDE Sumsel yang saat ini tengah hits di pemberitaan media massa.

Sepintas, tak ada yang nampak istimewa dari seorang Ir. Feri Kurniawan. Seperti kebanyakan aktivis sejati lainnya, ia terlihat selalu berpenampilan simple dan sederhana, dengan gaya bicaranya yang lugas, juga terkadang suka humoris. Namun, ia sangatlah gigih dalam upaya membantu korban-korban keganasan dari tikus-tikus berdasi, masyarakat Sumsel pada khususnya.

Ir. Feri Kurniawan juga dipercaya sebagai Deputy Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumbagsel. Bicara soal MAKI, tidak terlepas dari punggawa Boyamin Saiman yang begitu gigih memperjuangkan kasus-kasus besar bernilai triliunan di tanah air, seperti kasus Bank Century, Jiwasraya, dan kasus Djoko Djandra.

Baca Juga: Fenomena Warung Sepi yang Mendadak Ramai Setelah Kita Datang

Dalam kiprahnya sebagai bagian dari pegiat antikorupsi di Sumsel, Ir. Feri Kurniawan pernah mengalami musibah tak mengenakan, dimana pada 2018 yang pernah disangkakan dengan kasus ujaran kebencian. Ia kemudian divonis 6,5 bulan kurungan penjara. Padahal, waktu itu Feri tengah getol-getolnya melaporkan oknum pejabat Pemrov yang dinilainya tak netral dalam Pilkada.

Tak mengenal lelah mendorong APH mengungkap tabir Hibah Sumsel 2013, Masjid Sriwijaya, dan PDPDE Sumsel

Entah, tak tau berapa episode jari jemari Feri dalam menyiapkan materi siaran persnya yang berkenaan dengan dugaan kasus tersebut. Terkait hibah Sumsel 2013, Feri menganggap kasus tersebut masih jalan di tempat, dimana hanya dua orang yang menjadi korban hingga saat ini.

Penetapan tersangka oleh Kejagung terkait jual beli gas PDPDE Sumsel beberapa waktu lalu, Feri merasa bak kemarau bertahun-tahun akhirnya datang juga hujan walau sebentar sebagai pembersih debu.

Baca Juga: Tarif Rapid Tes Antigen di Stasiun Kereta Api Turun. Kini Hanya Rp45.000. Berlaku Mulai 24 September

Menurutnya, Sprindik yang ditanda tangani Kasi Pidsus Kejati Sumsel “Hendriyanto” pada September 2018 menjadi awal terbukanya dugaan mega korupsi ini.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bagaimana Drakor Meracuni Anda? Ini Contohnya

Senin, 29 November 2021 | 22:55 WIB

Jejak Islam di Bali

Sabtu, 27 November 2021 | 17:22 WIB

Pengen ke Bali Lagi? Jalan-Jalan ke Bukit Cinta, yuk!

Jumat, 26 November 2021 | 16:29 WIB

Nyai Sampur dalam Wisata Mistis Gunung Kawi

Rabu, 24 November 2021 | 16:31 WIB

Mengapa Hari Guru Nasional pada Tanggal 25 November?

Selasa, 23 November 2021 | 10:57 WIB

Cirebon Tidak Bisa Dilepaskan dari Sejarah Mataram

Senin, 22 November 2021 | 21:02 WIB

Syukur Waktu 10, Mari Bangkit dan Berkarya !!!

Selasa, 16 November 2021 | 21:28 WIB
X