• Selasa, 30 November 2021

Feri: Fakta Persidangan Masjid Sriwijaya Harus Menetapkan Banyak Tersangka

- Jumat, 10 September 2021 | 19:11 WIB
Feri Kurniawan (Doc. Klikanggaran/IyanL)
Feri Kurniawan (Doc. Klikanggaran/IyanL)


Palembang, Klikanggaran.com - Pegiat anti korupsi Sumatera Selatan (Sumsel), Feri Kurniawan, mengungkapkan sisi gelap penganggaran APBD Sumsel tahun 2015. Menurutnya, proses anggaran di eksekutif dan legislatif penuh dengan pelanggaran peraturan perundang-undangan.

Feri mengatakan, hal itu seiring terungkapnya fakta persidangan atas perkara pembangunan Masjid Sriwijaya.

"Saksi fakta yang juga staff Plt Kepala Biro Kesra menyatakan bahwa usulan dari Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya tanpa proposal adalah klimaks dari gonjang - ganjing dugaan korupsi dana hibah masjid Sriwijaya, maka keterangan ini harus menjadi acuan untuk menetapkan banyak tersangka lain," ujar Feri melalui keterangannya.

"Korupsi berawal dari pelanggaran peraturan perundang-undangan yang mengakibatkan negara dirugikan, itulah makna dari pasal 2 dan 3 undang - undang Tipikor," sambungnya.

Baca Juga: Dokter: Korban Selamat dari Kebakaran Lapas Tanggerang Tutupi Kepala dengan Kain Basah

Feri mempertanyakan apakah hal itu bentuk kelalaian, negoisasi, diskresi atau memang niatnya mencari keuntungan, maka itu adalah tindak pidana korupsi bila ada uang negara yang hilang karena sebab yang bukan keadaan darurat.

"Sebab, Pasal yang paling ringan dikenakan pada orang yang lalai dan diskresi membentur undang - undang sehingga duit negara hilang, turut serta menjadikan kerugian negara. Saya berharap tiada satu individupun diampuni salahnya karena kedekatan pertemanan, meminta tolong atau memberi sesuatu, bahkan karena unsur politis karena menetapkan orang - orang yang terlibat dalam proses penganggaran dan mempunyai kapasitas memutuskan atau ada urgensinya adalah bentuk memberikan pengampunan dunia dan akhirat," jelas Feri.

Feri juga menegaskan jika Penyidik jeli dan betul-betul memahami makna PP 58 tahun 2005 dan Permendagri No. 32 tahun 2011 Jo perubahannya No. 39 tahun 2012, maka penetapan tersangka akan lebih mudah dengan 2 alat bukti.

Baca Juga: Viral! ADI Ungkap Dugaan Penjualan Anjing di Pasar Senen

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X