• Sabtu, 29 Januari 2022

Fenomena Warung Sepi yang Mendadak Ramai Setelah Kita Datang

- Kamis, 23 September 2021 | 12:32 WIB
Fenomena Warung Sepi yang Mendadak Ramai Setelah Kita Datang (Dok.klikanggaran.com/Moy)
Fenomena Warung Sepi yang Mendadak Ramai Setelah Kita Datang (Dok.klikanggaran.com/Moy)

Klikanggaran.com - Apakah Anda pernah mampir ke sebuah warung atau kedai hanya karena Anda berpikir bahwa warung itu mungkin belum dapat penglaris sejak buka? Kondisi warung sepi dan penjualnya tampak lesu dengan raut wajah sedikit meluluhkan hati siapa pun yang melihatnya. Anda memutuskan mampir, padahal tidak sedang butuh sesuatu dari warung itu. Anda begitu saja digerakkan oleh sesuatu yang tak kasatmata.

Keajaiban terjadi. Selesai Anda memilih barang, lalu bertransaksi, orang lain datang. Mungkin tidak hanya satu, melainkan banyak, bahkan sampai terkesan tak putus-putus. Jika itu pengalaman pertama bagi Anda, mungkin Anda akan merasa heran. Mengapa ketika warung sangat sepi tadi mereka tidak muncul? Mengapa harus berbarengan seperti hendak antre pembagian sembako gratis?

Percaya atau tidak, ini bukan salah orang-orang itu. Bukan salah pemilik warung juga yang mungkin bisa dituduh kurang banyak berdoa. Sepinya warung hanya karena menunggu momen yang tepat, yaitu momen Anda memasuki tempat tersebut dan berbagi kebaikan.

Baca Juga: Menguatkan Kembali Institusi Sekolah, Kapankah PTM Penuh Dapat Dijalankan?

Masa pandemi yang memasuki tahun kedua tentu mengajarkan kita banyak hal baru. Ada yang terpaksa belajar bidang baru dari nol, ada yang lebih serius lagi mendalami yang sudah ia kerjakan, yang pada intinya adalah menambah kedalaman fokus dan kesadaran. Dengan keleluasaan waktu, mendalami fokus dan kesadaran jadi lebih mudah.

Sejatinya, segala sesuatu di Semesta ini mengandung energi. Batu sekali pun yang dilabeli sebagai benda mati memiliki energi, apalagi makhluk hidup yang seluruh aspek dalam dirinya adalah energi, baik fisik maupun non fisik. Menurut fisikawan energi itu kekal. Tidak berkurang, tidak bertambah. Ia hanya akan berpindah tempat atau berubah bentuk. Nilainya konstan. Sampai kapan pun.

Matahari sebagai sumber energi di tata surya kita suatu saat akan pensiun. Energinya akan habis terlontar ke segala penjuru. Ia akan berubah menjadi katai putih sebelum memasuki proses panjang menuju sebentuk katai hitam dan akhirnya menjadi black hole. Namun, tidak perlu khawatir. Momen itu diperkirakan hadir enam miliar tahun lagi. Belum lagi proses dari katai putih menuju katai hitam sendiri diprediksi memakai waktu sepuluh miliar tahun. Masih cukup lama jika dihitung dari masa manusia. Selagi matahari masih memiliki energi, ia akan tetap menebar kebaikan, setidaknya untuk tata surya ini.

Baca Juga: Tarif Rapid Tes Antigen di Stasiun Kereta Api Turun. Kini Hanya Rp45.000. Berlaku Mulai 24 September

Selayaknya matahari yang membagi energi demi kelangsungan hidup makhluk bumi, kita pun demikian. Akan tetapi, sebenarnya dari mana, sih, energi dalam tubuh kita ini? Ya, sudah barang tentu dari matahari.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menikah atau Tidak Menikah?

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:03 WIB

Melepas Keriuhan, Menyambut Keheningan

Selasa, 4 Januari 2022 | 16:27 WIB

Pemikiran Gus Dur dalam Pergerakan PMII

Kamis, 30 Desember 2021 | 19:39 WIB

Relasi Sinergis Nahdlatul Ulama-Partai Gerindra

Minggu, 19 Desember 2021 | 12:42 WIB

Jangan Stigma Negatif Pesantren

Sabtu, 11 Desember 2021 | 21:25 WIB

Mengulik Makna Selangkangan

Senin, 6 Desember 2021 | 17:28 WIB
X