• Jumat, 12 Agustus 2022

Intensifkan Patroli Siber, Polri Ajak Hindari Hoaks Covid-19 dan Bijak Media Sosial

- Senin, 6 April 2020 | 14:25 WIB
3_7
3_7


Maraknya aktivitas penyebaran hoaks seputar Covid-19, Polri sangat pantas intensifkan patrol siber. Apalagi di tengah pandemik virus corona yang melanda Indonesia, hoaks atau informasi bohong memang seharusnya dihindari. Pengguna media sosial dan masyarakat harusnya bersatu padu untuk menghadapi wabah Covid-19 yang dari hari ke hari penderitanya terus bertambah.


 


Sangat tidak etis, justru di saat wabah virus corona malah menyebarkan berita bohong.  Termasuk upaya menyalahkan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Maka Kepolisian RI (RI) mengajak masyarakat untuk bergotong-royong melawan wabah Covid-19 agar segera tuntas dari bumi Indonesia.  Karena hakikatnya, Covid-19 adalah bencana nasional. Wabah yang tidak terduga dan sama sekali tidak diharapkan terjadi di bumi Indonesia. Namun ketika realitasnya terjadi, maka semua pihak harus terlibat aktif untuk memerangi wabah Covid-19.


 


Polri sebagai garda terdepan ketertiban dan keamanan masyarakat, pun memastikan akan fokus dalam melakukan patroli siber. Untuk mendeteksi penyebarana hoaks dan penghinaan presiden oleh individu yang tidak bertanggung jawab, kelompok yang tidak peka terhadap keadaan musibah. Melalui Instruksi Kapolri Jenderal Pol Idham Azis melalui Surat Telegram itu bernomor ST/1100/IV/HUK.7.1./2020 tanggal 4 April 2020 yang ditandatangani Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Polri akan lebih ketat dalam mengawasi penyebaran berita bohong alias hoaks terkait Covid-19, penipuan penjualan alat-alat kesehatan secara online, hingga penghinaan terhadap presiden dan pejabat pemerintah.


 


"Laksanakan penegakan hukum secara tegas," begitu bunyi kutipan surat telegram tersebut pada Minggu (5/4/2020). Upaya Polri untuk mencegah hoaks atau penghinaan pejabat pemerintah di tengah wabah virus corona patut diapresiasi. Sebagai ikhtiar untuk menjaga stabilitas ketertiban masyarakat dan keamanan nasional. Karena harus diakui, memang masih ada individu atau kelompok “memanfaatkan situasi” wabah virus corona untuk


menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian atau fitnah. Tujuannya, agar menyulut emosi masyarakat dan mendeskreditkan pemerintah.


 

Halaman:

Editor: Syarif Yunus

Tags

Terkini

X