• Sabtu, 22 Januari 2022

Seks yang Bukan Sekadar Sanggama, Bisakah?

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:28 WIB
Ilustrasi (klikanggaran/sekar_mayang)
Ilustrasi (klikanggaran/sekar_mayang)

Denpasar, Klikanggaran.com-- Jika kita membaca novel bergenre young adult atau di atasnya, biasanya kita akan menemukan adegan dewasa atau yang lazim disebut adegan seks. Mulai dari berpegangan tangan dengan erat, berpelukan, berciuman, meraba bagian intim, sampai aktivitas di atas ranjang. Yap, apalagi kalau bukan sanggama alias bersetubuh.

Jangan khawatir. Itu lumrah adanya. Sebab, seks adalah keniscayaan. Terlepas dari ketentuan-ketentuan, baik dalam dogma maupun hukum negara, tiap orang yang telah mencapai usia dewasa pasti membutuhkan seks.

Dalam KBBI daring, seks diartikan sebagai jenis kelamin; hal yang berhubungan dengan alat kelamin, seperti sanggama; berahi (diakses 9 Oktober 2021). Dan, perlu diingat, semua bahasan seks belum tentu berkonotasi negatif dan tidak senonoh.

Baca Juga: Pasal Berlapis Dijeratkan kepada Aakar Abyasa Fidzuno. Siapa Dia dan Mengapa Dijerat Pasal Berlapis?

Seks sebenarnya tidak hanya bertujuan untuk meneruskan keturunan. Lebih dari itu, seks adalah aktivitas sakral yang dilakukan dua orang melalui sebuah kesepakatan. Aktivitas seks bisa dianggap salah satu wujud relaksasi, juga sebagai upaya mempererat hubungan.

Dalam kajian spiritual, aktivitas seks sejatinya merupakan pertukaran energi. Maka, pencarian pasangan yang cocok adalah sebuah keharusan. Cocok di sini tidak melulu soal kesamaan hobi atau warna favorit atau judul novel yang menggugah. Jauh daripada itu, cocok di sini berarti pasangan tersebut memiliki energi yang saling melengkapi. Ibarat anak kunci dengan gembok, ibarat mur dan baut.

Energi yang tidak cocok akan membuat sekujur tubuh merespons negatif. Kerusakan mungkin bukan pada alat vital, tetapi dalam diri akan merasakan ada hal yang belum benar, ada hal yang kurang sempurna. Dan, perasaan itu biasanya memengaruhi kinerja tubuh serta suasana hati.

Baca Juga: 'No Time To Die' Puncaki Box Office dengan 56 Juta Dolar: Mengapa Kinerja 007 Berperforma Rendah?

Ketidakcocokan biasanya berbanding lurus terhadap sudut pandang pasangan dalam memaknai sesuatu. Seseorang beranggapan bahwa ia butuh seks tiap hari agar badannya tetap bugar, sementara sang pasangan merasa cukup dengan satu kali seminggu. Jika dipaksakan tiap hari, ia akan kehabisan energi—kehabisan dalam arti sesungguhnya. Dan, kelelahan yang tidak diinginkan cenderung akan merusak suasana hati. Anda tentu paham bagaimana efeknya jika suasana hati sedang tidak ideal.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bisakah Manusia Bahagia Tanpa Susah Payah?

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:00 WIB

Keanu Go Public, Apakah Keanu Punya Pacar?

Senin, 10 Januari 2022 | 10:04 WIB
X