• Jumat, 21 Januari 2022

Pentagon Mengerahkan Kendaraan Lapis Baja ke Suriah setelah ‘Bergesekan’ dengan Pasukan Rusia

- Sabtu, 19 September 2020 | 10:41 WIB
AS
AS


(KLIKANGGARAN)--Pentagon telah mengirim sejumlah kendaraan lapis baja, sistem radar, dan pasukan tambahan ke Suriah untuk unjuk kekuatan, mendukung kehadiran militer AS di negara itu menyusul perselisihan dengan pasukan Rusia bulan lalu.


Pengerahan tersebut, disertai dengan peningkatan patroli udara di atas Suriah timur, diumumkan oleh Komando Pusat AS pada hari Jumat.


Baca Juga: ‘Merampok atau dirampok’: Banyak Warga Lebanon Membeli Senjata Api di Tengah Kejahatan yang Merajalela


"Amerika Serikat telah mengerahkan radar Sentinel, meningkatkan frekuensi patroli pesawat tempur AS di atas pasukan AS, dan mengerahkan Kendaraan Tempur Bradley untuk menambah pasukan AS di Area Keamanan Suriah Timur (ESSA)," kata juru bicara CENTCOM Kapten Bill Urban dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa langkah itu dimaksudkan untuk "memastikan keselamatan dan keamanan pasukan koalisi."


Penempatan baru dilaporkan akan mencakup setengah lusin Bradley dan kurang dari 100 tentara, meskipun masih belum jelas di mana mereka akan beroperasi di Suriah. Sebagian besar timur laut negara itu dikendalikan oleh milisi Kurdi yang didukung AS dan Washington telah memblokir reintegrasi di bawah pemerintahan pemerintah di Damaskus.


Baca juga: Israel kemungkinan akan memproduksi sayap F-35 untuk UEA: Laporan


Meskipun Urban tidak menyebutkan Moskow dalam pengumumannya, pejabat AS lainnya yang menolak disebutkan namanya mengatakan kepada CNN bahwa penempatan itu dimaksudkan sebagai "sinyal yang jelas ke Rusia untuk mematuhi proses dekonflik bersama" dan "menghindari tindakan yang tidak profesional, tidak aman, dan provokatif di timur laut. Suriah. "


Langkah itu dilakukan kurang dari sebulan setelah pertemuan tegang antara pasukan AS dan Rusia di Suriah ketika kedua belah pihak melakukan patroli, melihat tabrakan kendaraan yang menurut Pentagon melukai setidaknya empat tentara Amerika.


Sementara Washington menyalahkan Moskow karena perilaku "provokatif" selama pertempuran itu, pernyataan Rusia sendiri tentang pertengkaran itu berbeda secara signifikan, dengan alasan bahwa komandan AS yang relevan telah diberi tahu tentang rute patroli Rusia, dan bahwa kendaraan Amerika berusaha memblokir jalurnya. Rekaman video dari insiden tersebut menunjukkan truk lapis baja Rusia dikejar oleh kendaraan AS, serta helikopter Rusia terbang rendah di atas daerah tersebut di tengah kebuntuan.

Halaman:

Editor: R Adhitya

Tags

Terkini

Demo BEM SI : Tujuh Tahun Jokowi Menghianati Rakyat

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:39 WIB
X