• Jumat, 9 Desember 2022

Inilah Kronologi Seorang Mahasiswa Dipaksa Minta Maaf ke 'Anjing Pelacak' dan Dianiaya Polisi

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 10:46 WIB
Anjing Pelacak
Anjing Pelacak

KLIKANGGARAN -- Seorang mahasiswa bernama Ongen dikabarkan dianiaya oleh beberapa anggota Polres Halmahera Utara.

Mahasiswa bernama Ongen tersebut dianiaya usai mengunggah ilustrasi polisi memegang anjing pelacak dalam demo tolak kenaikan BBM di status WhatsAppnya.

Pihak kepolisian menyebutkan, Mahasiswa bernama Ongen tersebut diduga dianiaya 4 orang anggota kepolisian.

Baca Juga: Wajah Asli Putri Candrawathi Terlihat, Netizen: Mukanya Ada Berapa Sih?

"Karena Status WhatsApp, Pemuda Dianiaya Polisi dan Dipaksa Meminta Maaf pada Anjing Pelacak. KontraS menerima pengaduan dugaan tindak penyiksaan oleh anggota Polres Halmahera Utara. Kejadian berawal dari status WhatsApp, berujung pada tindakan tidak manusiawi terhadap Yolius (22)," cuit KontraS dikutip Kamis, 6 Oktober 2022.

SPKT Polda Maluku Utara pun mengeluarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan dengan nomor STPL/89/IX/2022/ SPKT dalam kasus dugaan tindak pidana penganiayaan Pasal 351 Jo Pasal 55 KHUPidana.

Sebelumnya, Ongen diduga dianiaya sejumlah oknum Polres Halmahera Utara pada 20 September 2022. Ongen dianiaya setelah mengunggah ilustrasi polisi memegang anjing pelacak dalam demo BBM di Facebooknya. Soal dugaan penganiayaan itu pun diungkap lembaga KontraS.

Baca Juga: Setelah Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan, Presiden Jokowi Buka Konferensi Ekonomi Kreatif (WCCE) di Bali

Silakan bagikan artikel ini dan selalu jaga kesehatan.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Sumber: Twitter @KontraS

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X