• Selasa, 28 Juni 2022

Xi Jinping dan Toleransi Nol terhadap Korupsi di China

- Minggu, 19 Juni 2022 | 09:19 WIB
Sekjen PKC, Xi Jinping (Instagram/xi.jinping_cn)
Sekjen PKC, Xi Jinping (Instagram/xi.jinping_cn)

KLIKANGGARAN -- Korupsi merupakan hantu gentayangan di negara mana pun dan korupsi menyengsarakan rakyat banyak. Genderang perang terhadap korupsi ditabuh di mana pun. Di China, misalnya, Xi Jinping terus berperang dengan korupsi.

Dilansir Xinhuanet, Presiden China, Xi Jinping, sekaligus menjabat sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis China (PKC), mendesak perbaikan terkoordinasi untuk menjamin bahwa para pejabat tidak memiliki keberanian, kesempatan, atau keinginan untuk terlibat dalam korupsi.

Xi Jinping menuntut kemenangan penuh dalam kampanye anti-korupsi pada hari Jumat, 17 Juni 2022 ketika berpidato di sesi studi kelompok Biro Politik Komite Sentral PKC tentang peningkatan kemampuan anti-korupsi.

Baca Juga: Tyson Fury Fury Bersedia Comeback Bertinju dengan Bayaran Tinggi di Tengah Isu Penolakan Dirinya Masuk ke AS

Pertarungan melawan korupsi adalah perjuangan politik besar yang tidak boleh hilang dari Partai dan tidak boleh kalah karena menyangkut rakyat, kata Xi Jinping.

Di era baru, KPC memperoleh dukungan sepenuh hati dari rakyat Tiongkok dan solidaritas tingkat tinggi di antara para anggotanya dengan perjuangan anti-korupsi yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut Xi.

Dia merangkum pengalaman berharga dari perjuangan tersebut, termasuk toleransi nol terhadap korupsi, perbaikan kendala kelembagaan, dan perluasan pengawasan terhadap setiap anggota Partai dan semua orang di kantor publik.

Baca Juga: Donald Trump: Penanganan Konflik Ukrainan oleh AS Akan Menyebabkan Perang Dunia III

Xi menggambarkan perjuangan anti-korupsi sebagai salah satu yang sangat kompleks dan sulit, dengan mengatakan bahwa "tidak ada ruang" untuk membuat kompromi. Dia meminta kader Partai untuk berani menghadapi masalah dengan jujur ​​dan mengumpulkan tekad untuk "menghunus pisau" dan "memotong semua tumor."

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: xinhuanet

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X