• Sabtu, 13 Agustus 2022

Guntur Romli Nilai Demo di Mako Brimob Polda Sumut bukan lagi Bentuk Protes, tetapi Penghinaan dan Pelecehan

- Minggu, 27 Februari 2022 | 10:46 WIB
Demo di depan Mako Brimob Polda Sumut (25/2/2022) Membawa spanduk  gambar hasil editan berupa kepala Menteri Agama tetapi badannya berupa seekor Anjing  (hops.id)
Demo di depan Mako Brimob Polda Sumut (25/2/2022) Membawa spanduk gambar hasil editan berupa kepala Menteri Agama tetapi badannya berupa seekor Anjing (hops.id)

KLIKANGGARAN -- Aksi unjuk rasa di Mako Polda Sumatera Utara (SUmut) dilakukan sejumlah orang terkait pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tentang pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.

Dikutip dari Hops.id dari bertita berjudul "Demo massa di depan Polda Sumut bawa gambar anjing berkepala Menteri Yaqut: Dia lahirnya digonggongi.." perserta unjuk rasa didominasi para ibu.

Mereka berunjuk rasa untuk melaporkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas karena oleh pengunjuk rasa dinilai telah membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

 

Yang menjadi pusat perhatian adalah, karena para pelaku unjuk rasa yang mendatangi Polda Sumut itu datang dengan membentang spanduk bergambar seekor anjing yang diedit dengan gambar wajah Yaqut Qoumas pada Jumat 25 Februari 2022 lalu.

Baca Juga: Presiden Ukraina Serukan Uni Eropa Ambil Keputusan Mendesak tentang Status Keanggotaan Ukraina di UE

Baca Juga: Mantan Presiden Rusia Usulkan Menasionalisasi Aset Orang Asing

Guntur Romli, politisi dan juga pegiat media sosial menilai, aksi yang dilakukan para ibu di depan Mako Brimob Polda Sumut itu, bukan lagi sebagai aksi protes tetapi itu sudah masuk bentuk penghinaan dan pelecehan.

“Boleh dong protes dan bikin aksi, tapi kalau pakai foto diedit-edit seperti ini, bukan lagi protes tapi ekspresi pelecehan dan kebencian,” kata Guntur Romli dikutip dari Twitternya pada Minggu, 27 Februari 2022.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Twitter, Hops.ID

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X