• Kamis, 26 Mei 2022

Rusia Merencanakan Tanggapan Asimetris terhadap Tindakan Tidak Ramah Barat

- Sabtu, 13 November 2021 | 13:42 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov (Handout photo/EPA/EFE)
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov (Handout photo/EPA/EFE)


KLIKANGGARAN-- Rusia akan menanggapi gerakan bermusuhan yang sedang berlangsung oleh Barat dengan "cara timbal balik," kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Lavrov juga memperingatkan bahwa tanggapan "asimetris" mungkin juga akan terjadi, lansir RT.com.

Berbicara pada konferensi pers setelah bertemu dengan timpalannya dari Prancis Jean-Yves Le Drian di Paris pada hari Jumat, Menlu Rusia itu memperingatkan Barat tentang konsekuensi yang akan datang atas "langkah-langkah tidak bersahabatnya."

“Kami menegaskan kembali niat kami untuk terus menunjukkan pendekatan yang sangat terkendali, bukan untuk menciptakan masalah secara artifisial, tetapi kami tentu saja akan bereaksi terhadap langkah-langkah tidak bersahabat yang diambil Barat,” kata Menlu Rusia, dikutip dari RT.com dalam artikel "Moscow plans ‘asymmetrical’ response to West’s ‘unfriendly’ acts".

Baca Juga: Atlet Paralimpik Asal Luwu Utara Sumbang 2 Emas untuk Sulsel di Peparnas XVI Papua

Menlu Rusia juga mengutuk perilaku NATO yang semakin “agresif” terhadap Rusia, mencatat “pengerahan pasukan tambahan ke wilayah Laut Hitam”, serta mengirimkan jumlah kapal tempur yang “tidak biasa” ke wilayah tersebut.

Pada saat yang sama, Lavrov mengatakan dia telah berdiskusi dengan mitranya dari Prancis tentang cara untuk keluar dari kebuntuan dalam hubungan Moskow-Uni Eropa.

Diplomat top Rusia itu juga mengungkapkan bahwa sebelumnya dimungkinkan untuk berbicara dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel di sela-sela konferensi internasional tentang Libya, dan “kebutuhan untuk menormalkan situasi antara Moskow dan Brussels” telah dibahas.

Baca Juga: Malam Pertama, Ria Ricis Mendoakan Para Penggemar dan Didoakan Teuku Ryan, Sang Suami

Hubungan dingin yang terus-menerus antara Rusia dan Barat semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir di tengah krisis migran yang sedang berlangsung di sepanjang perbatasan Belarus-Polandia.

Warsawa secara eksplisit menyalahkan Rusia atas krisis tersebut, mengklaim Moskow berada di balik tindakan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, yang dituduh telah mencoba memicu krisis dengan mendorong para migran ke UE. Rusia membantah terlibat dalam krisis yang sedang berlangsung.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Israel Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama

Sabtu, 21 Mei 2022 | 06:35 WIB

Rusia Tidak Akan Menggratiskan Gasnya!

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:12 WIB
X