• Minggu, 5 Desember 2021

Moeldoko Laporkan Dua Peneliti ICW ke Bareskrim Polri Terkait Pencemaran Nama Baik

- Jumat, 10 September 2021 | 18:52 WIB
Kepala KSP, Moeldoko (Instagram/kita_moeldoko)
Kepala KSP, Moeldoko (Instagram/kita_moeldoko)

Jakarta, Klikanggaran.com - Dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Egi dan Miftah, resmi dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri oleh Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko, pada Jumat, 10 September 2021.

Laporan itu dilaporkan sendiri oleh Moeldoko yang didampingi kuasa hukumnya, Otti Hasibuan, yang mendatangi gedung Bareskrim. Adapun laporan secara resmi itu teregister dalam nomor perkara LP/B/0541/IX/2021/SPKT/Bareskrim Polri.

"Hari ini saya Moeldoko selaku warga negara yang taat hukum dan pada siang hari ini sya melaporkan saudara Egi dan Saudara Miftah karena telah melakukan pencemaran atas diri saya," kata Moeldoko kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10-9).

Baca Juga: Jokowi: Covid-19 Tidak Akan Hilang Dalam Waktu Dekat, Harus Siap Hidup Berdampingan

Ia mengatakan, bahwa dirinya telah membuka banyak kesempatan dan itikad baik bagi terlapor agar dapat meminta maaf dan mencabut pernyataannya itu. Namun demikian, hal itu dinilainya tak kunjung dilakukan. Karena itu langkah hukum dilakukan terhadap dua peneliti ICW tersebut.

Sebelumnya, laporan tersebut berawal dari penelitian yang diterbitkan oleh ICW terkait dugaan perburuan rente dibalik obat Covid-19, Ivermectin. Moeldoko kemudian melayangkan somasi sebanyak tiga kali.

Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, mengatakan ICW telah mengakui pernyataan yang mereka sampaikan sebagai misinformasi. Namun, kata Otto, ICW enggan meminta maaf atas pernyataan itu.

Baca Juga: Pematang Umo Tinggal: Selain Lahan Pertanian juga Sebagai Kawasan Agrowisata Masyarakat Batanghari

Namun, Kuasa hukum Indonesia Corruption Watch (ICW), Muhammad Isnur, menegaskan kliennya telah berulang kali menjelaskan bahwa mereka tidak menuding pihak manapun yang mencari keuntungan dalam polemik Ivermectin.

Isnur juga menilai Moeldoko salah memahami konteks penelitian yang diterbitkan ICW. Menurutnya, kliennya menyoroti indikasi konflik kepentingan pejabat publik dengan pihak swasta, bukan individu.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Jaya Akan Menggelar Crowd Free Night

Selasa, 30 November 2021 | 13:37 WIB
X