• Selasa, 24 Mei 2022

'Mereka yang ingin berperang..': Pesan Taliban kepada para pemimpin Panjshir saat pembicaraan gagal

- Rabu, 1 September 2021 | 21:08 WIB
Ahmad Massoud, Pemimpin koalisi anti Taliban di Panjshir (Twitter/@ahmadmassoud02)
Ahmad Massoud, Pemimpin koalisi anti Taliban di Panjshir (Twitter/@ahmadmassoud02)

KLIKANGGARAN-- Negosiasi antara Taliban dan para pemimpin Panjshir telah gagal, lapor kantor berita AFP, Rabu.

Mullah Amir Khan Motaqi, kepala komisi Taliban untuk bimbingan & dorongan, dilaporkan mengatakan bahwa negosiasi dengan para tetua suku dan pemimpin Panjshir di provinsi Parwan "berjalan sia-sia."

"Saudara-saudaraku, kami mencoba yang terbaik untuk memecahkan masalah Panjshir dengan pembicaraan dan negosiasi ... tapi sayangnya semua sia-sia," kata kepala komisi Taliban itu dalam pesan audio kepada orang-orang Panjshir yang diposting di Twitter.

Lembah Panjshir telah menjadi pusat perlawanan terhadap Taliban setelah ibu kota Afghanistan, Kabul, jatuh ke tangan pemberontak bulan lalu.

Aliansi Utara, koalisi pasukan etnis Uzbekistan dan Tajik yang terkonsentrasi di Lembah Panjshir, telah bersumpah untuk terus memerangi Taliban.

Baca Juga: Priyanka dan Awkwafina Mengingat ketika Mereka Makan Malam di London Bulan Lalu, Wow!

Ahmad Massoud, putra pahlawan yang terbunuh dari perlawanan anti-Soviet Ahmad Shah Massoud, telah memimpin koalisi anti-Taliban di Panjshir. Amrullah Saleh, wakil presiden pertama pemerintah Afghanistan yang digulingkan, telah mendukung koalisi dalam perjuangan mereka melawan Taliban.

Pejabat senior Taliban menyalahkan para pemimpin Panjshir atas kegagalan negosiasi, dengan mengatakan masih ada beberapa orang di lembah yang "tidak ingin masalah diselesaikan secara damai.

"Sekarang terserah Anda untuk berbicara dengan mereka," kata Muttaqi dalam sebuah pesan kepada orang-orang Panjshir. "Mereka yang ingin bertarung, beri tahu mereka bahwa itu sudah cukup."

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: AFP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Israel Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama

Sabtu, 21 Mei 2022 | 06:35 WIB

Rusia Tidak Akan Menggratiskan Gasnya!

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:12 WIB
X