• Kamis, 26 Mei 2022

Pak Menhub Budi Karya Sumadi, Ada Surat Terbuka Terkait Transportasi Publik, Nih

- Jumat, 22 September 2017 | 19:08 WIB
images_berita_Sept17_TIM-Surat
images_berita_Sept17_TIM-Surat

Jakarta, Klikanggaran.com (23/9/2017) – Minat warga Jakarta untuk menggunakan transportasi umum saat ini masih tergolong rendah. Perjalanan yang menggunakan moda angkutan umum masih jauh lebih sedikit dibandingkan yang menggunakan moda angkutan pribadi.

Kurang diminatinya kendaraan umum ini menyebabkan pertumbuhan kendaraan bermotor pribadi menjadi relatif tinggi. Berdasarkan data Dishubtrans pada tahun 2015, jumlah kendaraan bermotor pribadi di DKI Jakarta mencapai 7.979.833 unit dengan rata-rata pertumbuhan 8,12 persen per tahun.

Kondisi semacam ini, kurang berminatnya warga Jakarta untuk menggunakan transportasi umum, mungkin disebabkan pelayanan yang kurang. Salah satu contoh seperti yang dialami oleh salah seorang Aktivis ’98, Ricky Tamba, S.E., yang kemudian menuliskan sepucuk surat terbuka pada Menteri Perhubungan RI, seperti yang disampaikan pada Klikanggaran.com di Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Assalammualaikum, selamat sore, Pak Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi. Semoga Bapak sehat sukses selalu beserta keluarga terkasih.

Pak BKS (pakai inisial saja biar kekinian ya, Pak), ini adinda Ricky Tamba yang dulu pernah tulis surat terbuka dari atas kapal ferry Bakauheni-Merak, curcol soal layanan transportasi publik di penyeberangan Selat Sunda. Makasih banget lho, sudah balas surat adinda, semoga beneran terwujud direalisasikan usul saran soal Damri di daerah Lampung serta fasilitas pelabuhan untuk pejalan kaki, Pak.

Pak BKS, sebelumnya saya minta maaf kalau curcol lagi nih, dan semoga di tengah kesibukan padat yang super duper, Bapak masih berkenan baca surat terbuka penuh kasih jilid 2 yang adinda tulis saat empet-empetan di atas Commuterline KCJ dari Stasiun Kebayoran Lama menuju Sawah Besar. Foto juga adinda sertakan biar gak dibilang suka sebar hoax ala ala Saracen lho, Pak hahaha...

Pak, tadi saya standby sejak sekitar pukul 15.45 WIB di Stasiun Kebayoran Lama. Naik kereta menuju Tanah Abang sekitar pukul 16.10 WIB, kemudian transit menuju Manggarai dan alhamdulillah sampai surat ini ditulis pukul 17.01 WIB masih berdiri nunggu kereta arah Stasiun Kota gak datang-datang.

Pak, pas tadi transit di Tanah Abang, jalur elevator dan jembatannya padat banget. Sampai desak-desakan dan agak was-was juga takut dompet kecopetan (walau isi cuma Rp200.000,- tapi berharga banget saat lagi zaman resesi gini, Pak).

Perjuangan berlanjut terus, di kereta ke Manggarai malah agak pengap dan capek diri. Ndilalahnya, kok keretanya masih juga berhenti sekitar 15 menit sebelum Manggarai. Kayaknya kok gak boleh banget kami rakyat menengah ke bawah merasakan kenyamanan bertransportasi publik walau kami juga kerja keras dan bayar pajak.

Halaman:

Editor: Kit Rose

Tags

Terkini

X