• Jumat, 30 September 2022

Mahasiswa KKN Kebangsaan dan KKN Bersama Sosialisasikan Stunting dan Demo Pangan B2SA

- Senin, 8 Agustus 2022 | 11:18 WIB
Mahasiswa KKN Kebangsaan dan KKN Bersama Sosialisasikan Stunting dan Demo Pangan B2SA di Desa Tamban Baru Selatan (Klikanggaran/istimewa)
Mahasiswa KKN Kebangsaan dan KKN Bersama Sosialisasikan Stunting dan Demo Pangan B2SA di Desa Tamban Baru Selatan (Klikanggaran/istimewa)

KLIKANGGARAN -- Sabtu, 06 Agustus 2022 Mahasiswa KKN Kebangsaan dan KKN Bersama di desa Tamban Baru Selatan bersama petugas puskesmas melakukan sosialisasi terkait stunting dan mengadakan demo masak camilan sehat pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang bertempatan di posyandu.

Sosialisasi ini bertemakan “Sosialisasi Stunting dan Demo Pangan B2SA” dan merupakan program kerja dari mahasiswa KKN.

Kegiatan ini dimulai dari pemeriksaan kesehatan balita dalam agenda posyandu rutin dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait stunting dan demo pembuatan camilan sehat pangan B2SA berupa salad buah dan ditutup dengan sesi foto bersama petugas puskesmas.

Materi stunting yang disampaikan meliputi definisi stunting, penyebab stunting, ciri-ciri dan cara pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

Baca Juga: Profil Brigadir RR, Tersangka Baru Kasus Kematian Brigadir J, Benarkah Ia Berikan Tembakan Terakhir?

“Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga tumbuh kembang anak tidak sesuai dengan usianya. Kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi di dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, namun kondisi stunting sendiri baru tampak setelah usia bayi menginjak 2 tahun,” kata Muhammad Ibnu Sina, ahli gizi puskesmas Kapuas Kuala.

Muhammad Ibnu Sina menjadi pembicara dalam sosialisasi stunting dan pangan B2SA.

Sementara itu, Wulan Lestari, penanggung jawab program kerja sosialisasi, menyampaikan harapan, “Dengan diadakan sosialisasi ini diharapkan para ibu bisa memperhatikan asupan gizi yang menjadi makanan bagi balita”.

Sebagai catatan, angka stunting di Kecamatan Kapuas kuala memang turun dari 41% menjadi 25%, namun angka stunting desa Tamban Baru Selatan sendiri masih stabil.

Baca Juga: Ferdy Sambo Berada di Mako Brimo, Apakah Statusnya jadi Tersangka? Begini Penjelasan Kepolisian

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru Amin: Ulama Betawi dan Pejuang Kemerdekaan

Minggu, 25 September 2022 | 16:07 WIB

CPM: TNI Solid, Effendi Simbolon Harus Meminta Maaf

Rabu, 14 September 2022 | 11:16 WIB

Ini 5 Macam Content Writer, Bidang Mana Pilihanmu?

Sabtu, 3 September 2022 | 21:51 WIB

5 Rahasia Sukses Content Writer, Mana Terpenting?

Sabtu, 3 September 2022 | 17:14 WIB
X