Pesantren Kilat: Singkat, tetapi Bermakna

- Kamis, 9 Juni 2022 | 15:30 WIB
Kegiatan sanlat (dok. kliikanggaran)
Kegiatan sanlat (dok. kliikanggaran)

Tak berhenti sampai di situ, ba’da Ashar rangkaian acara Sanlat masih berlanjut. Acara yang juga mengundang Bapak/Ibu warga Blok U2-U6 sebagai peserta tersebut bernama Ngabusi (Ngabuburit sambil Diskusi).

Acara Ngabusi menghadirkan hafiz cilik yang memiliki segudang prestasi Quran yang bernama lengkap Dewa Azzam Ramawijaya dan kedua orang tuanya, yakni Bpk Dewo Ramawijaya dan Ibu Dewi Maulida. Acara ini bertema “Tips Menjadi Hafiz Cilik”.

Baca Juga: Kapolda Jambi Audensi ke Batang Hari Bahas Aksi Pemblokiran Jalan oleh Masyarakat Sridadi

Acara Ngabusi berlangsung seru. Acara tersebut diadakan untuk memotivasi anak-anak dan remaja peserta Sanlat untuk menjadi hafiz dan hafizoh. Acara diawali dengan tilawah Quran QS Luqman ayat 12—19 oleh Azzam.

Dilanjut dengan diskusi “Tips Menjadi Hafiz Cilik” dengan narasumber Azzam dan kedua orang tuanya. Ditambah narasumber berikutnya, yakni Ust. Dodi yang menyampaikan perihal keutamaan membaca dan menghafal Al-Quran.

Di akhir tausiyahnya, saking kagumnya, Ust. Dodi pun mempersembahkan tasbih kepada Azzam. Tampak wajah Hafiz Cilik yang pernah mewakili DKI di MTQN XXVIII di Padang tersebut senang menerima hadiah dari Ust. Dodi.

Ngabusi usai dilanjut dengan buka bersama dan shalat Magrib berjamaah. Peserta dan panitia bersyukur bisa mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti Pesantren Kilat. Mudah-mudahan tahun berikutnya bisa diadakan kembali. Meskipun singkat, tetapi bermakna.***

 

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Merevitalisasi Petilasan Keraton Pajang

Senin, 16 Januari 2023 | 20:19 WIB

Guru Amin: Ulama Betawi dan Pejuang Kemerdekaan

Minggu, 25 September 2022 | 16:07 WIB
X