• Kamis, 30 Juni 2022

Pabrik Tutup, Gimana Nasib Saham Unilever di Cikarang?

- Jumat, 3 Juli 2020 | 09:50 WIB
IMG_20200703_090528
IMG_20200703_090528


Jakarta, KlikAnggaran.com —  Dalam kurun 3 bulan ini hingga kemarin harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sudah melesat 38,79% di level Rp 8.050/saham.  (2/7/2020)


Ekspektasi defensifnya sektor konsumer di tengah pandemi Covid-19 membuat investor masih melirik saham produsen produk konsumer ini seperti Pepsodent, Rinso, Lifebuoy, Sunsilk, hingga Molto ini.


Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, harga saham UNVR menguat 3,21% di level Rp 8.050/saham.


Dalam sepekan terakhir perdagangan, saham UNVR naik tipis 1,90%, sebulan minus 1,53% dan 3 bulan terakhir sahamnya terbang 38,79%.


Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) atau masuk Rp 36,38 miliar dalam sehari, sementara sebulan terakhir asing justru net sell (jual bersih) Rp 376,20 miliar dan 3 bulan terakhir ada net sell Rp 139,53 miliar di pasar nego dan tunai. Pada periode 3 bulan ini, di pasar reguler terjadi net buy asing Rp 29 miliar.


Menanggapi dampak pandemi ke ketahanan sektor konsumer, Head of Indonesia Research and Strategy JPMorgan, Henry Wibowo, mengatakan konsumer adalah salah satu sektor yang cukup kuat atau defensif terhadap tekanan pandemi Covid-19.


Namun investor diharapkan tetap selektif dalam bertransaksi mengingat masih tingginya volatilitas pasar modal saat ini apalagi kurva dari infeksi Covid-19 di Tanah Air belum menunjukkan level yang menggembirakan.


"Stay selective, konsumer [meskipun defensif tapi] kena [dampak]. Tapi kita lihat, banyak stimulus pemerintah, fokusnya meningkatkan konsumsi, jadi harusnya bisa mendorong sektor-sektor konsumen, sektor ini bisa dibilang resilient, lentur, defensif dibanding sektor lain," kata Henry dalam dialog CNBC TV Indonesia, belum lama ini.


Sebab itu, bukan tak mungkin harga saham UNVR bisa melesat lagi.

Halaman:

Editor: Nisa Muslimah

Tags

Terkini

Impor Energi China dari Rusia Terus Melonjak!

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:38 WIB

Bankir JPMorgan Memperingatkan Risiko Ekonomi AS

Selasa, 5 April 2022 | 07:05 WIB
X