• Minggu, 28 November 2021

Kapal, Kereta Api, Gua: Pedagang Minyak Mengejar Ruang Penyimpanan di Dunia

- Kamis, 23 April 2020 | 11:32 WIB
IMG_20200423_112339
IMG_20200423_112339


(KLIKANGGARAN) - Para pedagang minyak berjuang untuk menemukan cukup banyak kapal, kereta api, gua dan pipa untuk menyimpan bahan bakar karena fasilitas penyimpanan yang lebih konvensional telah terisi di tengah melimpahnya pasokan dan menurunnya permintaan akibat krisis coronavirus.


Lusinan kapal tanker minyak telah dipesan dalam beberapa hari terakhir untuk menyimpan setidaknya 30 juta barel bahan bakar jet, bensin dan diesel di laut, tindakan sebagai penyimpanan mengapung, karena tangki di darat penuh atau sudah dipesan, menurut pedagang dan data pengiriman.


Hal itu menambah sekitar 130 juta barel minyak mentah yang sudah ada di penyimpanan apung, kata para pedagang dan sumber pengiriman.


Permintaan minyak dan produk-produknya telah anjlok hingga 30% karena pemerintah di seluruh dunia memerintahkan warga negaranya untuk tinggal di rumah dalam rangka mencegah penyebaran virus sehingga banyak pesawat yang tidak terbang dan mobil yang terparkir.  Namun dunia tetap dibanjiri persediaan minyak.


OPEC, Rusia dan produsen besar lainnya telah membuat kesepakatan untuk mengekang produksi, tetapi hanya akan mengurangi pasokan sekitar 10% dan tidak akan berlaku sampai Mei.


Sulit untuk mengukur total kapasitas penyimpanan minyak dunia, tetapi tanda-tanda bahwa batas kapasitas telah dicapai semakin jelas.  Meningkatnya penyimpanan laut adalah salah satu indikator, karena lebih mahal daripada menyimpan di darat dan bisa rumit secara teknis.


Produsen minyak, penyuling dan pedagang juga beralih ke taktik yang lebih tidak biasa, seperti menyimpan minyak mentah dan bahan bakar di gerbong kereta di timur laut Amerika Serikat atau di saluran pipa yang tidak digunakan.


Pusat penyulingan dan penyimpanan barat laut Eropa masih memiliki ruang untuk diisi tetapi para pakar industri mengatakan sebagian besar kapasitas yang tersisa telah dipesan.


Gua garam di Swedia dan negara-negara Skandinavia lainnya penuh atau sudah diboking.

Halaman:

Editor: Tim Berita

Tags

Terkini

Erick Thohir Ikut Nimbrung Soal Toilet di SPBU Pertamina

Selasa, 23 November 2021 | 14:33 WIB

Lima Pesawat N-219 PT DI Dibeli Sejumlah Kader NU

Jumat, 12 November 2021 | 13:53 WIB
X