• Jumat, 21 Januari 2022

Serangan Udara AS Hantam Kendaraan Pembom Bunuh Diri yang Menimbulkan 'Ancaman Dekat' ke Bandara Kabul

- Senin, 30 Agustus 2021 | 06:32 WIB
Ilustrasi: Tentara AS (Twitter/@indopacom)
Ilustrasi: Tentara AS (Twitter/@indopacom)

KLIKANGGARAN-- AS telah menyerang terduga pelaku bom bunuh diri di ibu kota Afghanistan, Kabul, menurut Taliban dan juru bicara Pentagon. Serangan itu menghantam sebuah kendaraan yang sarat dengan bahan peledak, yang tampaknya menuju bandara. Demikian dilaporkan RT.com pada Minggu, 29 Agustus 2021.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengumumkan rincian serangan pada hari Minggu, tak lama setelah pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa militer Amerika telah meluncurkan "serangan militer" terhadap tersangka militan Negara Islam Khorasan (ISIS-K).

Mujahid mengatakan bahwa serangan itu menargetkan kendaraan yang digunakan oleh calon pembom, dan juru bicara Komando Pusat AS Kapten Bill Urban kemudian menyatakan bahwa serangan itu dilakukan untuk "membela diri" terhadap ancaman "yang akan segera terjadi".

Kendaraan itu dilaporkan membawa "sejumlah besar bahan peledak," yang dipicu oleh serangan AS, Urban menambahkan.

Baca Juga: Messi Debut, PSG Menang

Masih belum jelas apakah serangan yang dibicarakan oleh Mujahid dan Amerika adalah serangan yang sama yang melanda daerah pemukiman di dekat bandara pada Minggu pagi, yang dilaporkan menewaskan seorang anak.

Urban mengatakan bahwa "tidak ada indikasi" korban sipil dari serangan AS.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah seorang pembom bunuh diri ISIS-K menewaskan lebih dari 150 orang, termasuk 13 tentara AS di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul.

AS membalas dengan membunuh tersangka "perencana" ISIS-K dan "fasilitator" lainnya dalam serangan pesawat tak berawak pada dini hari Sabtu pagi, tetapi Presiden AS Joe Biden segera memperingatkan bahwa serangan ISIS-K lainnya "sangat mungkin terjadi," dan kedutaan AS di Kabul menyarankan orang Amerika yang tersisa di kota untuk menghindari bandara karena ancaman "kredibel" dan "spesifik".

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelombang Tsunami dari Tonga Tiba di California

Minggu, 16 Januari 2022 | 06:52 WIB

Omicron: Belanda Lockdown Mulai Minggu Pagi Ini

Minggu, 19 Desember 2021 | 07:28 WIB
X