• Sabtu, 20 Agustus 2022

Rubel Meroket setelah Putin Wajibkan Pembelian Gas Rusia dengan Rubel untuk Negara Barat Tertentu

- Kamis, 24 Maret 2022 | 08:08 WIB
Rubel dipakai untuk pembayaran gas Rusia (Pixabay/xspline)
Rubel dipakai untuk pembayaran gas Rusia (Pixabay/xspline)


KLIKANGGARAN--Rubel telah melonjak pada hari Rabu setelah pengumuman bahwa pembayaran untuk ekspor gas ke negara-negara Barat tertentu akan dialihkan ke mata uang domestik Rusia, demikian RT.com melansir.

Mata uang Rusia segera naik ke level tertinggi tiga minggu di 95 rubel yang diperoleh terhadap dolar, sebelum menetap di bawah 100.

Nilai rubel juga meningkat sebesar 3,5% terhadap mata uang UE, diperdagangkan pada 110,5 rubel per euro.

Rubel jatuh ke posisi terendah dalam sejarah awal bulan ini karena Barat menerapkan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Baca Juga: 3 Ganda Putra Indonesia Maju ke Babak 16 Besar Swiss Open 2022, Ahsan/Hendra Mundur

Akibatnya, rubek jatuh ke rekor terendah menjadi 132 rubel per dolar dan 147 rubel per euro pada 7 Maret.

Pada pertengahan Februari, nilai tukar mata uang berada di sekitar 75 rubel per dolar dan 85 rubel per euro.

Rusia berencana untuk meninggalkan semua mata uang yang "dikompromikan" dalam penyelesaian pembayaran gas, Presiden Vladimir Putin mengatakan pada hari Rabu.

Dia menambahkan bahwa keputusan tidak sah oleh sejumlah negara Barat untuk membekukan aset Rusia menghancurkan semua kepercayaan terhadap mata uang mereka.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X