• Minggu, 5 Desember 2021

Ini Kata Sandiaga Uno Saat Menyawer Marching Band Opa-Oma di Desa Wisata Cisande

- Senin, 6 September 2021 | 20:23 WIB
Sandiaga Uno disambut Marching Band Opa-Oma di Desa Wisata Cisande (Dok.Klikanggaran.com/Kemenparekraf)
Sandiaga Uno disambut Marching Band Opa-Oma di Desa Wisata Cisande (Dok.Klikanggaran.com/Kemenparekraf)

Jakarta, Klikanggaran.com – “Dengan beragam potensi itu, Desa Wisata Cisande memiliki potensi wisata yang tidak hanya menarik, tapi juga berkelanjutan,” tutur Sandiaga Uno, masih dalam kegiatan visitasi 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/9/2021).

Sandiaga Uno juga menyampaikan, Desa Wisata Cisande ini mempunyai potensi bersaing dengan desa wisata kelas dunia, hingga mampu mendorong pembangunan daerah kesejahteraan rakyat.

“Desa Wisata Cisande sebagai peserta dari 1.831 jaringan desa wisata dan Jawa Barat menjadi perwakilan dari 50 desa wisata terbaik. Kita harapkan desa wisata ini dapat membangun Indonesia," ujar Sandiaga Uno.

Baca Juga: Sandiaga Uno Sumbang Sepasang Domba Bernama AD dan Wi untuk Cisande, Apa Ya, Singkatannya?

Saat tiba di Agrowisata Cisande, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, disambut oleh marching band Opa-Oma, yang pemainnya terdiri dari para lansia. Sandiaga juga menyawer pemain marching band Opa-Oma yang merupakan tradisi dari Desa Cisande.

“Opa-Oma semangatnya luar biasa sekali dalam mendukung daya tarik wisata di desa ini. Semangatnya patut kita tiru,” ujar Sandi.

Marching band Opa-Oma di Desa Wisata Cisande ini terbentuk sejak tahun 2015. Tujuan dibentuknya marching band ini adalah sebagai daya tarik di Desa Wisata Cisande. Uniknya, para pemain marching band Opa-Oma yang rata-rata berusia 50-70 tahun ini sebelumnya tidak memiliki pengalaman sebagai pemain marching band di usia muda.

Baca Juga: Ribuan Peserta Ikuti SKD CPNS OKI dengan Prokes Ketat

Kegiatan visitasi dilanjutkan Sandi dengan menjumpai booth souvenir fesyen (baju tani atau pangsi), kriya yang berupa kerajinan tangan bambu, bunga lipat dari uang, caping. Ia juga melihat proses pembuatan makanan khas Cisande dan turut mencoba membuat nasi di tungku dan menggoreng comro bersama ibu-ibu setempat.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Ini Sejarah Panjang Letusannya

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:46 WIB

Status Gunung Semeru Level II, Ini Rekomendasi BPNB

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:13 WIB
X