• Sabtu, 2 Juli 2022

Mujahidin vs Taliban: Panglima Perang Anti-Taliban Menolak untuk Menyerah

- Senin, 23 Agustus 2021 | 09:55 WIB
afganistan
afganistan

Namun, pasukan Taliban mendekati Panjshir, membawa serta senjata dan kendaraan Amerika yang dijarah setelah penarikan AS. Kecuali beberapa senjata AS yang dibawa oleh pasukan Tentara Nasional Afghanistan, NRF mengandalkan persediaan senjata Soviet yang lebih tua. Menulis di Washington Post awal pekan ini, Massoud mengumumkan bahwa para pejuangnya memiliki “gudang amunisi dan senjata yang telah kami kumpulkan dengan sabar sejak zaman ayah saya,” tetapi diikuti dengan permohonan untuk pasokan dari AS dan Eropa. Massoud menyertai permohonannya dengan janji untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan kebebasan pers, semua alasan populer di Barat, tetapi tidak ada kiriman yang datang. Sementara itu, Reuters melaporkan pada hari Minggu bahwa pasukan Massoud sedang sibuk memperbaiki kendaraan yang ditinggalkan oleh Soviet lebih dari tiga dekade lalu.


Komandan Taliban dilaporkan telah memberikan Massoud sampai Minggu malam untuk menyerah, tetapi panglima perang itu belum siap untuk menyerah, dan sebaliknya ingin menegosiasikan "pemerintah yang komprehensif" untuk Afghanistan di mana Taliban berbagi kekuasaan, Al-Arabiya melaporkan. Jika gerilyawan menolak dialog, perang akan “tidak dapat dihindari,” kata Al-Arabiya mengutipnya.


Jika pertempuran pecah, para pejuang Massoud kalah jumlah dan kalah senjata dari Taliban. Medan Lembah Panjshir dapat membantu para pejuang, tetapi itu juga membuat pasokan menjadi sulit.


Rata-rata Penghasilan per Tahun CEO Top di Inggris Lebih Banyak daripada Penghasilan yang Didapat Seumur Hidup oleh Pekerja


Meskipun perlawanan Massoud telah disebut-sebut di media Barat sebagai secercah harapan setelah kekalahan memalukan AS dan sekutunya dari Afghanistan, situasi di lapangan tidak mendukung panglima perang anti-Taliban. Berbicara kepada Reuters pada hari Jumat, duta besar Rusia untuk Afghanistan Dmitry Zhirnov menggambarkan perlawanan Panjshir sebagai sebuah kehancuran.


“Mereka tidak memiliki prospek militer. Tidak banyak orang di sana. Sejauh yang kami tahu mereka memiliki 7.000 orang bersenjata. Dan mereka sudah memiliki masalah dengan bahan bakar. Mereka mencoba menerbangkan helikopter tetapi mereka tidak memiliki bensin dan persediaan,” katanya. “Kita tidak bisa mengesampingkan kenyataan. [Taliban] adalah otoritas de facto. Tidak ada alternatif selain Taliban di Afghanistan.”


Sumber: RT.com






https://twitter.com/i/status/1427889959336235008

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X