• Jumat, 22 Oktober 2021

Hamas: Kami telah Buktikan Kepada Dunia bahwa Al-Aqsa Milik Umat Islam dan Al-Quds Adalah 'Garis Merah'

- Jumat, 21 Mei 2021 | 23:29 WIB
Haniyeh
Haniyeh


Doha,Klikanggaran.com - Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Ismail Haniyeh, mengatakan rakyat Palestina dimana pun telah membuktikan kepada seluruh dunia bahwa Masjid Al-Aqsa adalah milik kita (Umat Islam) dan bahwa Al-Quds adalah 'garis merah.'


Haniyeh menambahkan dalam pidatonya pada Jumat (21-05) terkait peristiwa kemenangan rakyat Palestina atas Penjajah brutal Zionis dalam pertempuran 'Saif Al-Quds'.


"Segala puji kepada Allah yang telah memberikan taufiq bagi masuknya kebahagiaan ke relung hati-hati rakyat kami, dan Umat kami (Islam) dan orang-orang yang merdeka di seluruh dunia, dimana mereka terus memantau perjuangan, ketabahan dan kegigihan ini di Bait Al-Maqdis dan daerah sekitar Bait Al-Maqdis," ujar Haniyeh.


Dia menambahkan bahwa Allah telah memberikan taufiq bagi gerakan perlawanan yang diberkahi ini di bumi Gaza untuk membantu Al-Quds dan mempertahankan tanah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, dimana memang gerakan perlawanan ini memiliki prasangka baik, sesuai dengan tingkatnya dalam fase ini.


Pemimpin Palestina tersebut memuji dan bersyukur kepada Allah atas dibukakannya cakrawala bagi bangsa kami dan Umat kita (Islam) ke fase-fase baru dalam sejarah Umat (Islam) ini ... ke dalam siklus peradaban baru yang berpusat pada isu Palestina, Al-Quds dan Al-Aqsa.


Haniyeh menegaskan bahwa Gaza bangkit berintifadhah untuk menolong Al-Quds dan mempertahankan garis perbatasan Islam di Masjid Al-Aqsa yang diberkahi, dan untuk menyingkirkan tangan-tangan kotor berdosa (Zionis) dari tempat suci kami (Umat Islam) dan Masjid Al-Aqsa kami, Syekh Jarrah dan Bab al-Amud.


Haniyeh mengucapkan selamat kepada rakyat Palestina atas kemenangan agung yang dicetak oleh gerakan perlawanan yang gagah berani ini, "Kemenangan Ilahiah yang bernilai strategis ganda dalam satu fase dari fase-fase perjuangan melawan musuh Zionis."


Dia melanjutkan, "kemenangan ini diukir dengan darah para syuhada yang telah gugur dalam pertempuran yang diberkahi ini, dari para pemimpin gerakan perlawanan, dan darah putera-puteri bangsa kami yang dibantai oleh Zionis biadab... Kemenangan ini diukir oleh kinerja dari faksi-faksi perlawanan, terutama Brigade Al-Qassam, dan faksi-faksi perlawanan lainnya dalam satu ruang kerjasama."


Haniyeh menyatakan bahwa faksi-faksi dalam satu ruang kerjasama ini berdiri saling bahu membahu menyerang musuh dengan pukulan yang menyakitkan dan keras yang akan meninggalkan efek yang dalam terhadap entitas Zionis, masyarakatnya, institusi keamanan dan militernya, dan bahkan terhadap masa depannya di tanah yang diberkahi ini.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

Microsoft Tutup Aplikasi LinkedIn di China, Kenapa ya?

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:14 WIB
X