• Rabu, 5 Oktober 2022

Indonesia Hadapi China dengan Klaim Kepemimpinan Islam Moderat

- Rabu, 27 Januari 2021 | 21:59 WIB
d3bbd610-32b5-4aeb-b1f2-fe83e12ebcaa_43
d3bbd610-32b5-4aeb-b1f2-fe83e12ebcaa_43

Ini adalah interpretasi bahwa dalam kasus kerajaan dan UEA menyatakan kepatuhan pada toleransi dan dialog antaragama. Tetapi menuntut ketaatan mutlak kepada penguasa. Turki dan Iran mendorong tafsir keimanan yang menganut unsur politik Islam serta pemerintahan yang otoriter.


Dalam salah satu pernyataan awalnya sebagai menteri, Yaqut tampaknya menantang NU yang lebih tradisional. Yaqut mengungkapkannya saat berkunjung ke sebuah gereja Protestan bahwa ia akan melindungi hak-hak Syiah dan Ahmadiyah, dua minoritas yang ada di Indonesia. Serta membela diri di tengah kekhawatiran meningkatnya intoleransi di Indonesia.


Tokoh senior di NU terus memandang Syiah, yang hanya 1,2% dari populasi Indonesia, sebagai salah satu ancaman domestik utama bagi keamanan nasional Indonesia dan roda kelima Iran. Demikian pula, banyak orang di NU menolak Ahmadiah yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim karena sekte tersebut menolak untuk mengakui finalitas Nabi Muhammad.


“Saya tidak ingin anggota Syiah dan Ahmadiyah mengungsi dari rumah mereka karena keyakinan mereka. Mereka adalah warga negara yang haknya harus terlindungi. Kementerian Agama akan memfasilitasi dialog yang lebih intensif untuk menjembatani perbedaan.” kata Yaqut, mengacu pada serangan terhadap minoritas.


Sayap pemuda NU, bersama dengan lima juta milisinya yang kuat, telah memainkan peran kunci dalam menghadapi kelompok militan Islam. Contohnya seperti Hizbut Tahrir dan Front Pembela Islam (FPI).


Pejabat GP Ansor bangga telah mengendalikan situasi yang pada tahun 2017 mengarah pada pelarangan Hizbut Tahrir, sebuah gerakan global kontroversial yang menyerukan pemulihan Kekhalifahan.


Pemerintah bulan lalu melarang FPI, kelompok main hakim sendiri. FPI juga merupakan penyelenggara utama protes massa pada tahun 2016 yang menyebabkan kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), seorang Kristen keturunan Tionghoa dalam pemilihan walikota di Jakarta dan dijatuhi hukuman atas tuduhan penistaan ​​agama.


Gugatan Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Habib Rizieq Tetap Sah


Larangan itu datang beberapa minggu setelah kembalinya pemimpin FPI Rizieq Shihab dari Arab ke Indonesia. Rizieq Shihab ditangkap karena diduga melanggar aturan social distancing. Pelarangan Hizbut Tahrir dan FPI berdasarkan keputusan presiden, memungkinkan pemerintah untuk melewati prosedur hukum. Namun keputusan ini dianggap sebagai ancaman keamanan yang mendorong kelompok HAM untuk memperingatkan bahwa Indonesia merampas kebebasan berkumpul dan ekspresi.


Wakil Menteri Kehakiman Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan kepada wartawan bahwa FPI di larang karena sekitar 30 anggota kelompok tersebut telah di hukum atas tuduhan terorisme. kelompok tersebut menentang ideologi negara Indonesia, Pancasila, yang menekankan persatuan dan keragaman.

Halaman:

Editor: Rizki Hakiki Valentine

Tags

Terkini

Presiden Iran: Tak Ada Perbedaan era Trump dan Biden

Minggu, 18 September 2022 | 10:36 WIB
X