• Sabtu, 2 Juli 2022

Anggota Parlemen Prancis Walkout di Parlemen sebab Perwakilan Mahasiswa Hadir dengan Mengenakan Hijab

- Sabtu, 19 September 2020 | 13:11 WIB
hijab prancis
hijab prancis

"Dengan dalih feminisme, komentar rasis dibuat," komentar Melanie Luce, presiden UNEF, setelah pemogokan. “Hari ini, wanita berkerudung tidak boleh diterima di majelis, yang lain tidak boleh pergi ke museum karena belahan dadanya. Kami tidak membedakan wanita."


Luce merujuk sebuah insiden awal bulan ini ketika Musee d'Orsay di Paris dikritik karena mencegah seorang mahasiswa sastra Prancis memasuki gedung karena mengenakan gaun berpotongan rendah.


Sejumlah pengguna media sosial mengkritik keputusan Lang dan menyatakan hijab sebagai simbol "penyerahan".


Beberapa menyebut tindakan Lang sebagai standar ganda dengan menyoroti tweet-nya dari Oktober 2019, di mana Lang mengkritik seorang politisi Prancis yang menggambarkan jilbab sebagai "merusak sekularisme" dengan menyatakan itu rasis, dan mengatakan bahwa setiap orang "bebas berpakaian seperti itu yang mereka inginkan".


Yang lain mempertanyakan seberapa asli prinsip-prinsip anggota parlemen dengan mengangkat cerita dari tahun lalu di mana Lang adalah salah satu dari 15 anggota parlemen yang diselidiki untuk kemungkinan pelanggaran dana.


Prancis memiliki minoritas Muslim terbesar di Eropa Barat, dengan populasi sekitar lima juta Muslim. Larangan jilbab dan simbol agama lain yang "mencolok" di sekolah negeri di Prancis diberlakukan pada tahun 2004.


Prancis juga merupakan negara Eropa pertama pada tahun 2011 yang melarang niqab, cadar, di tempat umum.


Ini bukan pertama kalinya Pougetoux menjadi pusat kontroversi. Pada tahun 2018, dia dikritik oleh Menteri Negara Kesetaraan Gender Marlene Schiappa dan banyak tokoh politik lainnya ketika dia ditunjuk sebagai pemimpin cabang Sorbonne dari UNEF dan muncul dalam sebuah wawancara di saluran M6 yang membahas protes mahasiswa terhadap reformasi pemerintah.


Posisi politik UNEF dipertanyakan oleh Schiappa dan menteri dalam negeri pada saat itu, Gerard Collomb, menuduh Pougetoux melakukan "dakwah" karena mengambil posisi tersebut dan mengenakan simbol agama, yang ia gambarkan sebagai "mengejutkan".


“Sangat menyedihkan di pihak seorang menteri dalam negeri untuk memiliki kata-kata kekerasan seperti itu,” kata Pougetoux dalam sebuah bantahan pada saat itu. “Cadar tidak memiliki fungsi politik. Itulah keyakinan saya. "

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X