• Jumat, 12 Agustus 2022

Hutan Lebat Sulitkan Pengejaran Teroris MIT oleh Satgas Tinombala, Polri: Mereka Tiarap Saja Sudah Tidak Ketahuan Padahal Jarak 10-20 Meter

- Kamis, 3 Desember 2020 | 14:11 WIB
mit
mit


Jakarta, Klikanggaran.com--- Kondisi geografis menjadi salah satu kendala dalam pengejaran kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora oleh Satgas Tinombala, demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Rabu (2/12/2020).


Mengutip keterangan anggota kelompok MIT yang tertangkap, Awi mengatakan bahwa hutan yang lebat membuat mereka mudah bersembunyi dari kejaran Satgas Tinombala. Maka dari itu, aparat harus menyusuri berbagai jalan tikus di hutan.


IPW: Mabes Polri Perlu Mengkonsolidasikan Brimob dan TNI Kejar Kelompok Teroris MIT di Hutan


"Beberapa penuturan dari yang tertangkap menyampaikan, kadang-kadang Satgas Tinombala lewat, jarak 10 meter, 20 meter, mereka tiarap sudah enggak ketahuan karena memang hutan lebat," kata Awi.


Adapun baru-baru ini, kelompok MIT diduga menjadi pelaku pembunuhan sadis terhadap satu keluarga dan pembakaran rumah di Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (27/11/2020).


Satgas Tinombala, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, anggota Brimob, serta prajurit TNI pun masih memburu anggota kelompok MIT yang tersisa 11 orang.


Polisi mengungkapkan, Ali Kalora dkk kerap turun ke kampung-kampung untuk meminta makanan agar dapat bertahan hidup.


Saat ini, kata Awi, kelompok itu sudah dalam kondisi terdesak karena kehabisan bekal.


Maka dari itu, anggota kelompok MIT meneror masyarakat, meminta makanan, mencuri, atau merampok dengan kekerasan hingga pembunuhan.

Halaman:

Editor: Tim Berita

Tags

Terkini

X