• Minggu, 28 November 2021

KPK Pecat Tidak Hormat Pegawainya Terima Uang Dari Tahanan

- Senin, 21 Desember 2020 | 18:47 WIB
kpk-_140116095215-465
kpk-_140116095215-465


Jakarta, Klikanggaran.com

 

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) memberhentikan pengawal tahanan (waltah) berinisial TK lantaran terbukti melanggar kode etik pegawai KPK. TK menerima uang Rp300.000 dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

 

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, TK terbukti melakukan pelanggaran kode etik yang diatur dalam Pasal 4 ayat (1) huruf g dan h serta Pasal 4 ayat (2) huruf a Peraturan Dewan Pengawas Nomor 02 tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

"Tindakan pelanggaran yang dilakukan adalah mengabaikan kewajiban menolak dan melaporkan setiap gratifikasi yang dianggap suap dan mengadakan hubungan langsung dengan pihak yang diketahui perkaranya sedang ditangani KPK," ujar Ali dalam keterangannya, Senin (21/12).

 

Pelanggaran yang dilakukan TK tak hanya menerima suap sebesar Rp300.000. Melainkan juga ada pelanggaran lainnya yang membuat TK diberhentikan secara tidak hormat. Salah satunya yakni meminjam uang Rp800.000.

 

"Meminjam uang sebesar Rp800.000, memberikan nomor kontak telepon kepada salah seorang tahanan, dan telah menerima bingkisan makanan berupa 3 (tiga) dus pempek," kata Ali.

 

Diberitakan sebelumnya, pengawal tahanan KPK dipecat lantaran menerima uang Rp300.000 dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Pemecatan terhadap pengawal tahanan berinisial TK itu sudah melalui sidang etik oleh Dewan Pengawas KPK.

 

"Diberhentikan tidak dengan hormat, (diduga menerima) Rp300.000," ujar anggota Dewan Pengawas KPK Harjono, saat dikonfirmasi, Senin (21/12.

 

Harjono menyatakan pengawal tahanan tersebut diberhentikan lantaran terbukti melanggar kode etik dalam sidang yang digelar Dewas KPK. Sidang sendiri dipimpin oleh Hardjono.

 

Dalam sidang TK diputus bersalah karena menerima uang senilai Rp300.000 dari Imam Nahrawi. Penerimaan uang oleh pengawal tahanan tersebut terjadi saat kasus Imam masih dalam tahap penyidikan.

 

Pemecatan terhadap TK ini dibenarkan anggota Dewas KPK Albertina Ho.

 

"Betul," kata Albertina singkat.

 

Sementara kuasa hukum Imam Nahrawi, Wa Ode Nur Zainab menyatakan tak percaya jika selama proses penyidikan kliennya memberi uang kepada pengawal tahanan. Pasalnya, menurut Wa Ode, selama dalam tahanan, Imam Nahrawi tak memegang uang.

 

"Apakah benar ada pemberian uang dari Pak Imam kepada waltah? Saya tidak yakin akan hal itu. Karena setahu saya selama ini Pak Imam tidak pegang uang selama di Rutan (sesuai aturan Rutan). Untuk kebutuhan makan, sudah tersedia dari Rutan dan dapat kiriman makanan dari keluarga saat jadwal kunjungan," kata Wa Ode.

 

Sumber: Liputan6.com

Editor: Administrator

Terkini

X